![]()
Seorang hamba tidak lebih tinggi dari tuannya~ Yohanes 13:16
Dalam Injil hari ini (Yoh 13:16-20), Yesus mengatakan: “Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari tuannya.” Tapi Yesus baru saja melakukan sesuatu sebelum mengatakan kalimat ini: Ia membasuh kaki para murid-Nya. Bayangkan, Tuhan membasuh kaki, yang paling tinggi mengambil posisi paling rendah.
Dan setelah itu Ia berkata: “Jikalau kamu tahu semuanya ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.” Di sinilah letak iman yang sering salah arah. Kita ini tidak kekurangan pengetahuan; Kita tahu ajaran Gereja, tahu harus mengasihi, tahu harus rendah hati. Tapi masalahnya, kita berhenti di “tahu”. Kita tahu tapi tidak selalu melakukan. Dan Yesus sangat jelas: kebahagiaan tidak datang dari tahu yang benar,tetapi dari hidup yang benar.
Yesus juga berkata:
“Barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku.”
Artinya,
Tuhan sering hadir bukan dalam cara yang spektakuler; tetapi lewat orang lain, orang yang kita temui setiap hari, orang yang mungkin justru sulit kita terima. Dan di situlah ujian iman kita.
Mudah menerima orang yang baik kepada kita. Tapi bagaimana dengan orang yang menyebalkan, yang tidak sepaham dan yang pernah melukai kita? Kalau kita hanya bisa menerima yang nyaman, kita belum sungguh hidup dalam iman.
Yesus bahkan mengatakan ini dalam konteks yang sangat konkret: Ia tahu salah satu murid-Nya akan mengkhianati-Nya. Artinya, Yesus tetap melayani, bahkan di hadapan pengkhianatan. Ini bukan kelemahan. Ini kekuatan kasih yang luar biasa.
Maka Injil hari ini sangat jelas: Iman bukan soal posisi, tetapi soal pelayanan.
- Bukan soal dihormati, tetapi soal merendahkan diri.
- Bukan soal menjadi “lebih tinggi”, tetapi berani turun untuk melayani.
Dan pertanyaannya sederhana:
Dalam hidup kita, di keluarga, di pekerjaan, di pelayanan, kita ini ingin dilayani atau melayani?
Karena menjadi murid Kristus bukan soal status, tetapi soal sikap.
Yesus sudah memberi contoh, sekarang giliran kita.
Cukup hal kecil setiap hari: mau mengalah, mau membantu, mau peduli dan mau turun tangan.

Yakobus I Made Suardana, SX
Misionaris Xaverian