![]()
๐ฆ๐๐ฎ๐๐ถ๐๐ผ๐ต๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐ฑ๐ผ๐ป๐ฏ๐ผ๐๐ฐ๐ผ, ๐ฃ๐ฒ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฏ๐ฎ๐ฟ๐. Sedikit berbeda dari Minggu lalu, umat yang hadir pada Perayaan Ekaristi hari ini tidak seramai biasanya. Bisa jadi hujan deras yang mengguyur Pekanbaru pagi ini menjadi penyebabnya. Perayaan Ekaristi- Prapaskah V, Minggu (6/04) dipimpin oleh Pastor Edgar, SX. Dalam Perayaan Ekaristi ini, dilangsungkan juga upacara terima resmi. Tiga orang umat diterima menjadi anggota Gereja Katolik Stasi St. Yohanes Don Bosco.
Mengawali homilinya, Pastor menyampaikan, Tuhan mengingatkan umatnya yang menderita di pembuangan, untuk tidak mengingat masa keemasan di Mesir. Tuhan ingin melakukan sesuatu yang baru untuk umatnya. Sesuatu yang hidup dan nyata yang sedang tumbuh ditengah penderitaan mereka ( bacaan pertama).
ย Tak hanya itu, belas kasih Tuhan juga tampak dari kisah Paulus (bacaan kedua). Tuhan memberikan kesempatan baru bagi Paulus. Tuhan mengampuni Paulus dan memberi kesempatan baginya untuk memperbaiki diri dari masa lalunya yang buruk terutama untuk tidak jatuh kedalam dosa lagi. Tidaklah cukup hanya merasakan belas kasihan Tuhan. Dia juga harus berusaha menunjukkan cinta kasih Allah itu, tuturnya.
Lewat bacaan Injil hari ini, kita bisa melihat wajah Allah yang berbelas kasih. Yesus tidak menyudutkan perempuan yang berdosa melainkan mengangkat dan membebaskannya. Dari kisah ini, kita diajak untuk tidak terlalu cepat menilai sesama manusia. Karna kecendrungan kita, begitu cepatnya menghakimi saudara-saudara kita terutama orang terdekat kita. Tak jarang ketika mereka melakukan satu kesalahan saja, kita akan terus mengingtnya sepanjang hidup kita. โTapi bagaimana ya Pastor, dia terus menyakitiku, dia terus melalukan kesalahan, susah kali untuk mengampuninya. Inilah alasan yang sering kita lontarkan ketika kita diajak untuk tidak menimbang kesalahan orang lain, tutur Pastor.
Tuhan tidak pernah bereaksi seperti yang diharapkan oleh ahli-ahli taurat, dan orang-orang farisi. Mereka mau Yesus menghukum perempuan yang bersalah itu, tapi Yesus tidak mau melakukannya. Ia justru berkata โpergilah dan jangan berbuat dosa lagiโ. Tentunya taqline ini memiliki makna mendalam. Inilah wajah pengampunan Tuhan, yang tidak menghakimi masa lalu tapi memberi harapan untuk masa yang baru. Semoga kita bisa merasakan belas kasih Tuhan. Kita juga bisa berbelas kasih terhadap orang lain dan tidak menyimpan kesalahan orang lain dalam hati kita, karena itu yang akan meracuni hati kita, pesan Pastor berkacamata ini mengakhiri homilinya. (mss)
- ย
- Editor : Komos mss