Search

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Loading

Kalau mendengar kata “kenaikan”, biasanya orang langsung berpikir tentang keberhasilan; naik jabatan, naik gaji, naik followers dan naik kelas sosial. Tetapi Hari Raya Kenaikan Tuhan bukan tentang Yesus “pergi meninggalkan dunia” seperti orang pensiun lalu menghilang. Justru di sinilah sesuatu yang besar dimulai.

Menariknya, Injil hari ini dimulai dengan kalimat yang sangat manusiawi: “Ketika melihat Yesus, mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.” Murid-murid yang melihat Yesus bangkit pun ternyata masih punya keraguan. Artinya iman bukan berarti tidak pernah ragu. Iman adalah tetap berjalan meskipun kadang hati belum mengerti semuanya.

Dan kepada murid-murid yang masih campur aduk itu, ada yang percaya penuh, ada yang masih ragu , Yesus justru memberikan tugas terbesar: “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.” Yesus tidak menunggu murid-murid menjadi sempurna dulu baru diutus. Karena kalau harus menunggu sempurna, mungkin tidak ada satu pun yang layak diutus. Padahal semua orang beriman dipanggil menjadi saksi. Saksi terbesar bukan di mimbar, tapi dalam hidup sehari-hari.

Kenaikan Tuhan sebenarnya bukan cerita perpisahan. Ini cerita kepercayaan. Yesus mempercayakan dunia kepada murid-murid-Nya. Dan tugas itu tidak mudah. Karena dunia hari ini sering lebih percaya popularitas daripada kebenaran. Orang lebih sibuk terlihat baik daripada sungguh menjadi baik. Tetapi Yesus memberi satu janji penting: “Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.”

Artinya kita tidak berjalan sendirian. Tuhan memang naik ke surga, tetapi Ia tidak meninggalkan manusia. Kehadiran-Nya kini bekerja lewat Roh Kudus, lewat Gereja, lewat orang-orang kecil yang tetap memilih hidup benar di tengah dunia yang sering kehilangan arah. Maka Hari Raya Kenaikan Tuhan seharusnya bukan membuat kita sibuk menengadah ke langit, tetapi bertanya: Apakah hidup saya sudah menjadi tanda kehadiran Tuhan bagi orang lain? 
.

Karena setelah Yesus naik ke surga, dunia membaca Injil bukan pertama-tama dari Kitab Suci tetapi dari hidup kita..

Yakobus I Made Suardana, SX

Misionaris Xaverian

Post by Fransiska Pardede

Kasih Kristus Mendorong Kita

JADWAL PELAYANAN & KEGIATAN

TERBARU

LIVE STREAMING
DUKUNGAN UNTUK PENGELOLAAN SITUS PAROKI
SCAN ME
logo-komsos-baru.png