Search

π™”π™šπ™¨π™ͺ𝙨 π™’π™šπ™’π™–π™£π™œπ™œπ™žπ™‘ π™ π™žπ™©π™– 𝙗π™ͺ𝙠𝙖𝙣 π™ͺ𝙣𝙩π™ͺ𝙠 π™π™žπ™™π™ͺπ™₯ π™’π™šπ™£π™™π™šπ™§π™žπ™©π™–.

Loading

Hari ini Stasi St. Yohanes Don Bosco kedatangan tamu istimewa. Mereka Siswa/Siswi beserta Guru dari SD Santa Maria 2 Pekanbaru. Tak hanya sekadar β€œbertamu”, kali ini mereka juga mengambil bagian dalam Perayaan Ekaristi sebagai petugas liturgi, dan mempersembahkan suara emasnya lewat lantunan koor. Perayaan Ekaristi (30/08) kali ini dipimpin oleh Pastor Yakobus I Made Suardana, SX.

Β 

Injil hari ini berbicara tentang, siapa yang mau mengikuti Yesus, hendaknya menyangkal diri dan memikul salib. Ada yang tau bentuk penyangkalan diri itu seperti apa ? tanya Pastor. Menyangkal diri itu bukan membenci diri sendiri ya, sambungnya. Tuhan tidak menganjarkan kita untuk membenci diri sendiri. Menyangkal diri itu, semacam sikap yang membiarkan diri kita dikuasasi oleh ego. Bisa kita banyangkan kalau dikuasai sikap semacam ini, pastinya tugas β€œmembangun” Kerajaan Allah lewat persaudaraan sejati tidak akan pernah terwujud, tuturnya.

Β 

Injil juga menyinggung soal sikap Petrus yang menjadi batu sandungan. Tak ubahnya seperti Petrus, kita juga dalam memikul salib dan mengikuti Yesus, maunya seturut pemikiran dan inginya kita saja, bukan atas dasar kehendak Allah.Β  Yesus meminta orang Kristiani untuk mampu memikul salib. Bukan berarti Yesus memanggil kita untuk hidup dalam penderitaan. β€œTapi tidak semua salib ya β€œ imbuhnya. β€œYa kalau menderita miskin gara-gara tersangkut judol, ya itu bukan salib. Apalagi kalau kita miskin karena kita malas-malasan bekerja”, itu pengertian yang salah, tutur Pastor murah senyum ini.

Β 

Salib yang kita pikul dalam hidup lebih kepada penderitaan yang muncul karena adanya pengorbanan atas dasar kasih. Kita dihantar pada satu refleksi, β€œpikullah salibmu, cintai salibmu, karena Kristus juga menunjukkan pengorbannya wafat di kayu salib. Tuhan tidak memanggil kita untuk menderita, Tuhan memanggil kita untuk mengasihi. Ketika kita mengasihi kita akan tahu apa artinya pengorbanan. β€œKamu harus menyangkal , memikul salib, dan mengikuti Aku”. Maka kita sebagai umat, sebagai Guru, sebagai murid, dipanggil sama seperti Petrus menjadi batu penjuru yang baik dan hidup seturut kehendak Allah, tutup Pastor mengakhiri 15 menit 17 detik homilinya.

Β 

Seusai Perayaan Ekaristi, Siswa/Siswi berserta Guru mengabadikan momen, lewat foto bersama, sebelum Pastor bertolak ke Stasi Karya Indah, untuk Perayaan Ekaristi selanjutnya. (mss)

Β 

Foto : Komsos ( mss)

Kasih Kristus Mendorong Kita

JADWAL PELAYANAN & KEGIATAN

TERBARU

LIVE STREAMING
DUKUNGAN UNTUK PENGELOLAAN SITUS PAROKI
SCAN ME
logo-komsos-baru.png