Search

Saya punya alasan untuk tidak memaafkan

Loading

“Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya”

Luk 7:35

Injil hari ini (Luk 7:31-35) berbicara tentang hati yang selalu punya alasan untuk menolak Tuhan.

Yesus berkata, orang-orang zaman-Nya seperti anak-anak yang berkata:  “Kami meniup seruling, kamu tidak menari; kami menyanyikan lagu duka, kamu tidak menangis.”

Yohanes Pembaptis datang dengan hidup yang keras dan menyerukan pertobatan. Mereka berkata, “Ia kerasukan setan.” Yesus datang dengan belas kasih, makan bersama orang berdosa dan membawa sukacita. Mereka berkata, “Ia sahabat orang berdosa.”

Yohanes terlalu keras, Yesus terlalu lunak. Masalahnya ternyata bukan pada Yohanes, bukan juga pada Yesus, tetapi ada pada hati yang memang tidak mau berubah. Kadang kita juga begitu. Ketika Tuhan meminta kita mengampuni, kita berkata, “Saya punya alasan untuk tidak memaafkan.” Akhirnya kita bukan mencari kehendak Tuhan, tetapi mencari pembenaran untuk kehendak kita sendiri.

Padahal Yesus berkata:

“Hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”

Artinya, kebenaran Tuhan akhirnya terlihat dari buahnya.

Kalau kita sungguh menerima Tuhan, hidup kita perlahan berubah: lebih rendah hati, lebih sabar, lebih mudah mengampuni, lebih peduli, dan lebih jujur.

Maka hari ini kita diajak untuk bertanya:

“Tuhan, apa yang ingin Engkau ubah dalam diriku?”

Mungkin Tuhan sedang mengetuk bagian hidup yang selama ini kita tutupi. Jangan mencari alasan untuk menolak-Nya, buka hati dan biarkan Tuhan bekerja

Sebab:

hati yang keras selalu menemukan alasan; tetapi hati yang terbuka selalu menemukan jalan untuk berubah.

Kasih Kristus Mendorong Kita

JADWAL PELAYANAN & KEGIATAN

TERBARU

LIVE STREAMING
DUKUNGAN UNTUK PENGELOLAAN SITUS PAROKI
SCAN ME
logo-komsos-baru.png