![]()
Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit
Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang
Luk 9:1-2
Dalam Injil hari ini (Luk 9:1-6), Yesus memanggil kedua belas murid, memberi mereka kuasa, lalu mengutus mereka.
Ada tiga langkah penting: dipanggil, diberi kuasa, dan diutus.
Mereka dipanggil terlebih dahulu, baru diutus.
Artinya:
misi bukan berasal dari ambisi manusia.
Pewartaan bukan proyek pribadi para murid. Mereka pergi karena terlebih dahulu mengalami panggilan dan menerima perutusan dari Yesus.
Ini penting bagi kita, sebab dalam kehidupan Gereja, kita kadang mudah berpikir: “Ini pelayanan saya, kelompok saya dan karya saya.” Padahal Injil mengingatkan: pelayanan bukan milik kita, melainkan milik Kristus, kita hanya mengambil bagian dalam misi-Nya.
Karena itu Yesus tidak hanya mengutus mereka, tetapi juga “memberi mereka kuasa dan wewenang untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.” Kuasa yang diberikan Yesus bukanlah kuasa untuk menguasai orang lain, bukan kuasa untuk mencari penghormatan. Kuasa Injil adalah kuasa untuk membebaskan dan menyembuhkan.
Para murid diutus untuk menghadapi dua kenyataan manusia: manusia yang terbelenggu dan manusia yang terluka. Karena itu, pewartaan Injil tidak cukup hanya dengan kata-kata. Injil harus menjadi kehadiran yang menyembuhkan. Di sinilah misi Gereja menjadi sangat konkret. Sebab Injil bukan hanya sesuatu yang kita katakan. Injil adalah Kristus yang menjadi nyata melalui hidup kita.
Kemudian Yesus memberikan perintah:
“Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan.”
Yesus sedang membentuk semangat seorang utusan: jangan sampai pewarta lebih mengandalkan perlengkapan daripada Tuhan yang mengutusnya. Murid harus belajar bahwa kekuatan misi bukan pertama-tama terletak pada fasilitas, tetapi pada ketergantungan kepada Allah.
Maka pertanyaannya:
Kemana Tuhan mengutus saya hari ini?
Mungkin keluarga kita, anak kita, orang yang sedang sakit, orang yang kecewa, dll.