![]()
Perayaan Ekaristi di Gereja Stasi St. Yohanes Don Bosco pada Minggu (20/09) berlangsung penuh sukacita. Hari itu menjadi momen istimewa karena dirangkai dengan penerimaan Sakramen Baptis sekaligus Komuni Pertama. Misa dibuka dengan perarakan khidmat 23 peserta Komuni Pertama, disusul oleh Pastor Edgar Ruiz Leon, SX di barisan penutup yang memimpin seluruh rangkaian ibadat.
Ada pemandangan yang berbeda dari biasanya. Untuk pertama kalinya, imam yang juga menjabat sebagai Kepala Paroki St. Paulus ini turun langsung dari panti imam. Pastor Edgar memilih menyampaikan homilinya lebih dekat dengan umat, berdiri tepat di samping deretan bangku gereja.
Dalam renungannya, ia mengajak umat merenungkan bacaan Injil hari itu, terutama tentang cara pandang terhadap rasa iri dan kecewa.
Para pekerja yang datang lebih awal merasa dirugikan karena menerima upah yang sama dengan pekerja yang baru bekerja sebentar—padahal kebaikan hati sang pemilik kebun sama sekali tidak mengurangi hak yang mereka sepakati.
“Pernahkah kalian melihat orang yang datang terlambat ke Misa?” tanya pastor berkacamata ini kepada umat.
“Mereka terlambat, namun kalian sama-sama menerima Hosti Kudus.
Bayangkan jika Tuhan berbisik, ‘Iri hatikah kamu jika Aku memberi kemurahan yang sama kepadamu dan kepadanya?‘” lanjutnya.
Ia mengingatkan umat agar tidak memelihara rasa cemburu saat melihat sesama menerima limpahan berkat. Kebahagiaan dan keberhasilan orang lain tidak pernah mengurangi porsi kasih karunia Allah bagi kita, karena rancangan Tuhan jauh melampaui perhitungan manusia.
“Hari ini, anak-anak kita menerima Komuni Pertama dan dibaptis. Ini mungkin tampak seperti langkah kecil menuju altar, tetapi sesungguhnya ini adalah langkah besar menuju Yesus. Semoga kita sebagai orang tua senantiasa setia mendampingi mereka agar terus mencintai Yesus dan Ekaristi,” pesan imam berdarah Meksiko tersebut mengakhiri homilinya.
Seusai Misa, suasana sukacita berlanjut ke sesi foto bersama antara peserta, orang tua, dan pastor. Di tengah antrean, Tim Komsos sempat menyapa salah seorang penerima Komuni Pertama.
Mega, Agung, Kurniadi – Komsos