Search

GEDUNG GEREJA PAROKI SANTO PAULUS PEKANBARU

Loading

Pada awal tahun 1952 hanya ada beberapa orang Katolik di Pekanbaru, tepatnya berdomisili di Rumbai. Seiring berjalannya waktu, penduduk Kota Bertuah semakin meningkat terutama sejak diadakannya ekplorasi penambangan minyak mentah di Riau melalui kerja sama bilateral Indonesia dan Amerika Serikat.
 
Beberapa orang Katolik kemudian membentuk kelompok kecil dan berupaya untuk mendapatkan pelayanan imam. Paroki yang terdekat dengan wilayah Pekanbaru adalah Paroki Payakumbuh.
 
Berdasarkan adanya umat yang dipermandikan, sebenarnya Paroki Pekanbaru sudah ada semenjak 25 Desember 1952, akan tetapi berdasarkan adanya tempat ibadah, Paroki Pekanbaru ada sejak 25 Desember 1954 karena waktu itu gereja Katolik di Pekanbaru diresmikan.
Sedangkan menurut adanya Pastor yang menetap, maka Paroki Pekanbaru sudah ada sejak 10 Oktober 1953 yaitu dengan menetapnya pastor Romano Danielli SX sebagai pastor yang pertama.
Sejak tahun 1953, dengan ditempatkannya Pastor Romano Danielli, SX dan dibangunnya gedung gereja, barulah wilayah Pekanbaru ini lebih jelas dan terlebih lagi setelah Pekanbaru diresmikan sebagai “QUASI Paroki” Santa Maria A Fatiima – pada tanggal 24 Mei 1954.
 

Tahun 1974, Pastor Casali Otello SX membeli sebidang tanah di Desa Labuh Baru, dan di tahun yang sama, Pastor La Ruffa SX membeli tanah disebelahnya, berukuran 180 x 32 m. Tanah-tanah tersebut berada di Wilayah Paroki Santa Maria A Fatima

Pastor Paroki St Maria A Fatima, Pastor Guido Paolucci, SX menerima surat keputusan dari Gembala Keuskupan Padang, Mgr Martinus D Situmorang OFM Cap tertanggal 10 Januari 1999 yang menyatakan bahwa perkembangan kota Pekanbaru semakin pesat, dan sudah saatnya untuk dimekarkan. Dalam surat tersebut ditentukan bahwa Pastor Yohanes Lazzari, SX sebagai penanggungjawab utama dari Paroki Labuh Baru – yang selanjutnya disebut Paroki St Paulus. Adapun lokasi Paroki berada di Jl Sukarno Hatta No 10 Pekanbaru.

Paroki Santo Paulus diresmikan oleh Bapa Uskup tanggal 12 September 1999.

Batas-batas wilayah yang disetujui oleh Bapa Uskup pada saat itu, yaitu

  • Sungai Siak adalah batas utara Paroki St Maria A Fatima, sehingga semua stasi di seberang sungai adalah bagian dari Paroki St Paulus.
  • Di sebelah barat kali Senapelan dan jalan Paus dan Bandara adalah Paroki St Paulus, sedangkan sebelah timurnya adalah bagian dari paroki St Maria A Fatima.

Memprediksi peningkatan jumlah umat yang signifikan, Pastor Germano Framarin SX – pada tahun 2008 mencanangkan untuk memugar Gereja dan mendirikan gereja baru yang lebih luas, mengingat bangunan gereja yang ada saat itu hanya dapat menampung 400 orang.

Design awal Gereja berbentuk seperti Amphitheater yang di design dalam 2D oleh salah satu umat Rumbai, dan divisualisasikan dalam 3D oleh Arsitek.  Pastor Germano SX mulai mempromosikan penggalangan dana ke stasi-stasi, tahun 2019.

Niat pembangunan Gereja ini sempat terkendala oleh pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Pada 16 Juni 2011, saat itu Pastor Franco Qualizza, SX sebagai Pastor Paroki, Ijin Merenovasi Bangunan Gereja berhasil didapatkan dari Dinas Tata Ruang dan Bangunan Pemerintah Kota Pekanbaru dengan nomor IMB :635/IMB/DTRB/2011 yang diajukan oleh Bpk Pintor Viktor Sihotang bertindak atas nama Panitia Pembangunan Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Pekanbaru.

Renovasipun dimulai dengan “pengurungan” gedung gereja lama, dan mendatangkan peralatan kerja yang  diberkati oleh Pastor Rekan Paroki, Pastor Nassaire Rumairi SX, 12 Oktober 2011

Pastor Nassarius Rumairi SX (Pastor Nattye) kemudian mencoba memetakan denah tersebut di atas lahan gereja. Dari pemetaan itu, terlihat bahwa bentuk bangunan tersebut belum sepenuhnya selaras dengan kapasitas dan kebutuhan tapak yang tersedia.

Maka dibuat design baru, dengan memakai jasa Arsitek. Design selesai dan disetujui tahun 2012, satu tahun setelah peletakan batu pertama 12 Juni 2011.

Foto Proses Pembangunan Gereja Paroki

Gereja Paroki dengan bangunan baru setengah jadi pertamakali dipakai untuk Penerimaan Sakramen Krisma tanggal 9 Juni 2013.

Dewan Paroki terpilih periode 2015 – 2018 tetap melanjutkan proses penyelesaian bangunan Gereja baru – yang dikoordinir oleh Panitia Pembangunan Gereja.

Gereja Paroki dengan bangunan baru setengah jadi pertamakali dipakai untuk Penerimaan Sakramen Krisma tanggal 9 Juni 2013.

Minggu Palma 29 Maret 2015, bangunan Gereja baru mulai dipergunakan. Dari saat itu dan seterunya kegiatan peribadatan dilakukan di Gereja baru.

Peletakan Batu pertama dilakukan 12 Juni 2011.
Sakramen Krisma tanggal 9 Juni 2013
Minggu Palma 29 Maret 2015
23 Agustus 2015

Hari Minggu, 23 Agustus 2015, Gereja baru yang berukuran 32 x 55 m ini  diresmikan dan diberkati oleh Gembala Keukupan Padang, Mgr Martinus D Situmorang OFM Cap.

Penandatanganan prasasti dilakukan oleh Bapa Uskup bersama dengan PLT Gubernur Riau, Bapak Ir. Arsyadjuliandi Rachman, MBA didampingi oleh Bapak Walikota Drs. H. Firdaus MT, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam dan Kebakaran Bapak Burhan Gurning, Camat Payung Sekaki Bapak Zarman Candra S STP MSi dan Ketua RT 2 Rw 1 Kelurahan Labuh Baru Barat dimana Gereja berdomisili sekaligus pengurus Masjid – Bpk H Amri.

II. GEDUNG GEREJA PAROKI SANTO PAULUS

II.1. DASAR PENGERTIAN

Gedung gereja ialah tempat/sarana beribadat yang sekaligus melambangkan dan membantu mewujudkan Gereja yang hidup, mandiri, dan berbuah.

II.2. KONSEP

II.2.1. LUKISAN UTAMA DI BELAKANG ALTAR

II.2.1. LUKISAN UTAMA DI BELAKANG ALTAR

Lukisan Karya P Antonius Wahyudianto, S.X atas buah pikiran P Franco Qualizza SX dan P Ottelo Pancani SX

II.2.1.1. Tritunggal Mahakudus

Gereja yang hidup berasal dari Tritunggal Mahakudus:

  • Allah Bapa digambarkan dengan Cahaya dari atas;
  • Allah Roh Kudus dengan burung merpati;
  • Yesus Kristus, Putra Bapa.

Semua berasal dari kasih Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus. Gerejapun berasal dari hati Allah Bapa yang mengutus Putra-Nya dan yang melalui Roh-Nya memberikan hidup baru di dunia.

Architecture of the St. Paul Parish Church Building in Pekanbaru

II.2.1.2. Yesus mengutus….

Ketika Yesus naik ke surga, Ia mendekati para murid-Nya dan berkata,”KepadaKu telah diberikan segala kuasa, di surga dan di bumi. Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan Baptislah mereka dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuati yang telah kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir jaman.” (Mat 28:18-20)

Petrus dan Paulus

Di antara semua murid yang diutus oleh Yesus, Gereja selalu menonjolkan dua tokoh, Petrus dan Paulus. Petrus melambangkan kesatuan dan penggembalaan di dalam Gereja dan Paulus melambangkan sekaligus keterbukaan Gereja dan pewartaan Injil pada segala bangsa.

Yesus telah memberikan dua orang yang hebat kepada Gereja. Kalau tidak ada Petrus kita tidak tahu tatanan Gereja sampai sekarang. Dan kalau tidak ada Paulus yang menyebarkan Injil-Nya ke seluruh dunia kita mungkin tidak mengenal siapa itu Yesus. Karena Petrus dan Paulus Gereja Katolik sekarang menyebar ke seluruh dunia.

Architecture of the St. Paul Parish Church Building in Pekanbaru

Rasul modern – murid sepanjang jaman

Selain rasul-rasul pertama, Yesus tetap memanggil dan mengutus murid-murid sepanjang zaman. Maka di samping Petrus dan Paulus ditempatkan dua orang kudus “rasul modern

Santa Teresa dari Kalkutta

St. Guido Maria Conforti

Conforti

Santa Teresa dari Kalkutta yang melambangkan penghayatan hukum cinta kasih kepada semua orang tanpa syarat dan tanpa batas, mulai dari yang paling kurang berdaya.

Yesus yang kita sembah dalam Ekaristi, kita layani dalam diri orang-orang papa.”

5 September 1997; Ibu Teresa wafat; 5 September 199.8 Tanggal 19 Oktober 2003 beliau ditetapkan sebagai “BEATA TERESA dari KALKUTA”.

(Edit 2016 | red) Bunda Teresa ditetapkan sebagai santa (atau dikanonisasi) oleh Gereja Katolik pada 4 September 2016. Penetapan tersebut dipimpin langsung oleh Paus Fransiskus dalam sebuah Misa Kudus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan

Santo Guido Maria Conforti, uskup Parma dan pendiri suatu kongregasi misioner – yaitu Serikat Misionaris Xaverian. Beliau mengembangkan Gereja lokal dan sekaligus memperhatikan pewartaan kepada bangsa-bangsa.

Saya menjelajahi jalan-jalan rusak yang mereka lewati, saya merasakan semua sarana angkutan yang mereka gunakan, saya menginap di tempat tinggal yang sederhana, saya duduk makan bersama mereka dan terutama saya memahami kesulitan yang mereka hadapi dalam melaksanakan pelayanan mereka dan menyaksikan hal-hal luar biasa yang mereka lakukan..”

Guido Maria Conforti meninggal 5 November 1931 dan dinyatakan sebagai orang kudus (sebagai SANTO) pada hari minggu misi sedunia pada tanggal 23 Oktober 2011.

Orang Kudus pelindung karya misi Gereja

Pada bagian luar sisi kiri dan kanan dari gambar utama yang tetap disinari rahmat perutusan Yesus, berdirilah dua orang kudus, yaitu

 St. Fransiskus Xaverius 

Sta. Teresia dari Kanak-kanak Yesus

Teresia dari Kanak-kanak Yesus

Fransiskus Xaverius pelindung karya misi: menggambarkan dimensi aktif/pewartaan Gereja

Para pelaut meminta seluruh waktuku dari pagi sampai malam: terus-menerus mendengarkan pengakuan dosa, mengunjungi orang sakit, memberikan sakramen-sakramen dan penghiburan rohani kepada mereka yang akan meninggal, dan sering pula berkhotbah. Selama masa puasa saya kerjakan itu…. Pulau Ambon banyak penduduknya, di antaranya tujuh desa yang beragama Kristen. Begitu tiba, saya mengunjungi desa-desa itu dan memberikan Sakramen Permandian kepada anak-anak yang belum menerimanya. Kira-kira 390 mil dari situ terdapat suatu negeri, Pantai Moro namanya. Konon, di sana banyak orang Kristen yang sama sekali belum mendapatkan pelajaran agama. Saya akan pergi ke sana secepatnya. Saya menulis laporan ini supaya kamu tahu, betapa kamu dibutuhkan di sini. Memang saya sadar, bahwa kamu diperlukan di India juga, tapi pulau-pulau ini sangat membutuhkan pertolongan yang lebih besar lagi…”

Fransiskus (1506-1552) dipanggil Tuhan pada usia 46 tahun. Ia diberi gelar sebagai Orang Kudus, dan diangkat oleh Gereja menjadi pelindung karya misi Gereja. 

St Teresia dari Kanak-kanak Yesus menggambarkan dimensi kontemplatif / doa Gereja.

Di suatu hari Minggu kupandang Yesus di salib. Hatiku tersentuh oleh darah yang menetes dari tangan-Nya yang kudus. Kurasa sungguh sayang, sebab darah itu menetes ke tanah tanpa ada yang menampungnya. Aku pun memutuskan untuk dalam Roh tinggal di kaki salib supaya dapat menampung darah Ilahi yang tercurah dari salib itu dan aku mengerti bahwa setelah itu aku harus menuangkannya atas jiwa-jiwa.”

Pada tahun 1925, ia digelari sebagai ‘santa’ dan diangkat sebagai ‘Pelindung Karya Misi Gereja’

II.2.1.3. Pelangi

Dalam Kitab Suci, pelangi digambarkan sebagai:

  1. Simbol Perjanjian Allah dengan manusia (Kej9: 13-15)
  2. Simbol Kemuliaan Allah (Yeh 1: 28)
  3. Warna di sekitar Kerajaan Surga (Why 4: 2-3)

Maka :

Seluruh lukisan dihiasi suatu pelangi yang melambangkan cahaya dan hidup baru, buah dari pewartaan dan penghayatan Kabar Gembira Kristus di seluruh dunia.

II.2.1.4. Peziarahan kita di bumi

Kita semua dan masing-masing dipanggil dan dikuduskan oleh Allah, untuk mengambil bagian dalam karya Kristus. Kita diutus ke dalam dunia untuk menjadi saksi Kristus.

“Seperti Bapa telah mengutus Aku, demikian pula sekarang  Aku mengutus kamu”. (Yoh 20:21)

Dalam istilah ‘sekarang…kamu’ itu, kita pun merasa dilibatkan…

II.2.2. PANTI IMAM

II.2.2. PANTI IMAM

II.2.2.1. Meja Altar

Tempat pengorbanan dan meja perjamuan; yang melambangkan Kristus yang mengorbankan diri demi keselamatan manusia, dan sekaligus mengundang para murid untuk ambil bagian dalam perjamuan kurban tersebut.

Meja Altar ini dilapisi batu marmer dan dihiasi dengan gambar perjamuan malam terakhir.

II.2.2.2 Mimbar Sabda

Di samping meja Altar, ada “meja Sabda” – mimbar. Sabda Allah yang diwartakan tetap hidup dan berkuasa. Melalui Roh Kudus Sabda Allah membaharui hati manusia.

II.2.2.3. Bejana Baptis

Melambangkan Sakramen Baptis, Sakramen kelahiran baru dalam Kristus dan penerimaan anggota baru di dalam Gereja.

Architecture of the St. Paul Parish Church Building in Pekanbaru

II.2.3. TABERNAKEL

II.2.3. TABERNAKEL

“Tinggallah bersama kami, Ya Tuhan…”

Kisah perjalanan dua murid ke Emaus bersama Yesus yang telah bangkit dihadirkan kembali setiap hari, dalam perayaan Ekaristi.

Tabernakel terletak di samping kiri Gereja ditinjau dari Altar ke arah umat. Sebagai tempat terhormat untuk menyimpan Sakramen Maha Kudus, tabernakel diletakkan di sebuah tempat khusus yang dimaksudkan sebagai kapel, untuk tujuan devosi pribadi, dan juga untuk tempat upacara sederhana, Perayaan Ekaristi harian, dengan jumlah umat yang tidak begitu banyak.

Dengan lampu kecil yang menyala, menandakan Ia tinggal bersama kita.

II.2.4. JENDELA

II.2.4. JENDELA

II.2.4.1. Ke-duabelas Rasul pertama

Jendela Bagian depan bawah di sisi kanan dan kiri gereja adalah jendela duabelas rasul yang dipanggil Yesus untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil, dan diberinya kuasa untuk mengusir setan. (Mrk 3:14-15)

Architecture of the St. Paul Parish Church Building in Pekanbaru

Sisi kanan Altar – ditinjau mulai dari umat ke arah Altar

– Ciuman Yudas Iskariot – Simon Orang Zelot – Yudas Tadeus – Yakobus Bin Alfeus – Matius – Simon Petrus –

Architecture of the St. Paul Parish Church Building in Pekanbaru

Sisi kiri Altar – ditinjau mulai dari Altar ke arah umat

– Bartolomeus – Philipus – Yohanes – Yakobus Bin Zabadeus – Andreas – Thomas –

 

II.2.4.1.1. Simon Petrus

Yesus menamai Simon sebagai Petrus atau “batu karang”, yang mengisyaratkan bahwa Yesus meletakkan landasan gereja-Nya di atas Petrus (Mat 16:18) Yesus memberikan kepadanya tugas untuk menggembalakan umat-Nya (Yoh 21:15-19)

  • Lambang : Dua kunci bersilangan
  • Peringatan : 29 Juni bersama dengan Rasul Paulus

II.2.4.1.2. Matius

St Matius (“Gift of Yahweh”) adalah seorang pemungut pajak yang dipanggil Yesus menjadi murid-Nya, salah satu di antara para pengikut awal, dan salah satu dari empat penginjil

  • Rasul dan pengarang Injil
  • Pelindung pegawai pajak dan bea cukai.
  • Peringatan : 21 September

II.2.4.1.3. Yakobus Bin Alfeus

Dikenal dengan Yakobus Muda sering disebut saudara sepupu Yesus.

  • Lambang : Tongkat pemukul yang tebal – pentungan
  • Peringatan : 3 Mei (bersama dengan Filipus)

II.2.4.1.4. Yudas Tadeus

Masih bersaudara dengan Yakobus muda – dan masih mempunyai hubungan darah dengan Yesus. Ia seorang petani yang mencintai tanahnya dan enggan meninggalkannya. Namun ia tetap setia mengikuti panggilan Yesus

Mengenai akhir hidupnya, tak ada laporan yang pasti. Ada tradisi yang mengisahkan bahwa Yudas Tadeus mati bersama Simon sebagai martir di Persia, setelah dipukuli dan dilempari batu.

  • Lambang : Tongkat dengan pemukul tebal. –
  • Peringatan : 28 Oktober

II.2.4.1.5. Simon orang Zelot

Injil Matius dan Markus menyebut Simon orang Kanaan ; sedangkan Inji Lukas menyebutnya sebagai Simon orang Zelot. Kedua julukan ini dapat ditafsirkan sama, yaitu seorang dari kelompok yang gigih melawan penjajah Roma.

Dalam seni, Simon memiliki atribut mengidentifikasi gergaji karena menurut tradisi, ia dihukum mati oleh gergaji.

  • Simon dinobatkan sebagai Rasul pelindung tukang kayu dan penebang hutan
  • Lambang : Gergaji
  • Peringatan 28 Oktober – besama dengan St Yudas Tadeus

II.2.4.1.6. Ciuman Yudas Iskariot

Yudas disebutkan dalam injil sinoptik, Injil Yohanes dan pada awal Kisah Para Rasul. Yudas yang tega menghianati Yesus dengan ciuman dan menjual-Nya untuk 30 keping perak.

Hidupnya diakhir dengan cara mengenaskan, meng-gantungkan dirinya sendiri (Mat 27:3-10).

II.2.4.1.7. Bartolomeus

Natanael, anak Tolomeus – atau Bartolomeus, berasal dari Kana di Galilea, termasuk salah satu murid pertama yang dipanggil Yesus.

Mewartakan Injil di Persia dan wafat sebagia martir.

  • Bartolomeus dihormati sebagai pelndung para gembala dan petani.
  • Lambang : Seorang yang membawa sebilah pisau jagal –
  • Peringatan : 24 Agustus.

II.2.4.1.8. Philipus

Philipus berasal dari Betsaida, kota tempat tinggal Petrus dan Andreas. Philipus termasuk bilangan para rasul pertama.

Setelah Pentakosta PhIlipus menjadi saksi kebangkitan Yesus di Asia Kecil (Turki) dan Rusia Selatan.

  • Lambang : Tongkat dengan salib –
  • Peringatan : 3 Mei

II.2.4.1.9. Yohanes

Yohanes adalah salah seorang murid yang pertama dipanggil Yesus. Dia disebut murid yang dicintai Yesus. Dia berada dekat dengan Yesus pada saat-saat penting seperti perjamuan malam terakhir dan di kaki salib. Dia sanggup mengenali-Nya ketika Dia bangkit.

Di bawah bimbingan dan Ilham Roh Kudus, ia menulis Injil ke-empat, tiga surat dan Kitab Wahyu.

Peringatan : 27 Desember

II.2.4.1.10. Yakobus Bin Zebedeus

Yakobus mewarisi sepucuk surat yang berisi petunjuk-petunjuk praktis bagi orang Kristen yang hidup ditengah-tengah orang kafir.

Ia menggembalakan Gereja dan wafat di Yerusalem.

  • Lambang : Seorang peziarah yang membawa tongkat dan kerang
  • Peringatan : 25 Juli

II.2.4.1.11. Andreas

Andreas dicatat dalam Injil Yohanes sebagai murid Yohanes – yang beralih menjadi murid Yesus.

Di tempat terakhir kerasulannya, Patras, ia mati disalibkan di atas salib yang berbentuk X, yang akhirnya menjadi simbol dirinya.

Selain itu Santo Andreas juga menjadi santo pelindung bagi Negara Skoltlandia.

  • Simbol : Salib berbentuk X –
  • Peringatan : 30 November

II.2.4.1.12. Thomas

Thomas – yang disebut Didymus (artinya kembar) – adalah seorang nelayan pembantu.

DIkenal sebagai rasul yang ditegur oleh Yesus karena menuntut untuk mencucukan jari agar percaya, dan sekaligus rasul yang menyampaian pernyataan imannya yang unggul…

“Ya Tuhanku dan Allahku.”

  • Lambang ; seorang Rasul yang menyentuh luka Yesus – tombak
  • Peringatan : 3 Juli

II.2.4.2. Yesus bersama Para Rasul

Beberapa karya Yesus bersama para rasul semasa hidup-Nya, menggambarkan pengalaman kehidupan kita sehari-hari. Tema yang dipilih adalah Penggandaan Roti dan menenangkan angin ribut.

Pada dua jendela di atas sebelah kanan (ditinjau dari Altar menghadap ke umat) Altar digambarkan peristiwa para murid di dalam suatu perahu yang terancam ombak dahsyat dan diselamatkan oleh Yesus: lambang Gereja yang terus berjuang melawan berbagai kekuasaan duniawi yang mengancamnya dan mempunyai jaminan atas kemenangan karena kehadiran Yesus di dalamnya.

Pada dua jendela di atas sebelah kiri (ditinjau dari Altar menghadap ke umat) digambarkan peristiwa Yesus memperbanyak roti dan ikan dan memberikan makan kepada sekian banyak orang: lambang Ekaristi, sumber hidup Gereja.

II.2.4.2.1. Menenangkan Angin Ribut

Jangan Takut!

Itulah perkataan Yesus kepada para murid yang ketakutan karena perahu mereka terombang-ambang badai.

Peristiwa ini melambangkan Gereja yang sepanjang jaman menghadapi tantangan-tantangan dan mempunyai keyakinan akan   kesanggupan untuk mengatasi tantangan-tantangan terse-but karena kehadiran Yesus di dalamnya.

Architecture of the St. Paul Parish Church Building in Pekanbaru

II.2.4.3. Jendela-jendela samping bagian belakang

II.2.4.3.1. Para Penginjil

Pada jendela-jendela samping belakang. di sebelah kiri (ditinjau dari Altar menghadap ke umat) tergambar para Penginjil: Mateus, Markus, Lukas dan Yohanes, yang melambangkan Gereja yang hidup dari Sabda Tuhan.

Architecture of the St. Paul Parish Church Building in Pekanbaru

II.2.4.3.2. Bunda Maria

Gambar pada jendela-jendela samping belakang, di sebelah kanan (ditinjau dari Altar menghadap ke umat) berkisar tentang hidup Sta. Perawan Maria.

Pada jendela-jendela itu digambarkan 4 peristiwa penting dalam hidup Bunda Maria:

  1. Maria yang menerima kabar gembira;
  2. Kelahiran Yesus;
  3. Maria di bawah salib bersama Yohanes;
  4. Maria bersama para rasul dalam peristiwa Pentekosta.

Dalam peristiwa-peristiwa tersebut, Maria ditampilkan sebagai Bunda Sang Putera Allah dan sekaligus Bunda Gereja dan sebagai teladan serta pelindung semua orang beriman.

Architecture of the St. Paul Parish Church Building in Pekanbaru

 II.2.4.4. Perjalanan Santo Paulus

Jendela-jendela di muka Gereja dikhususkan untuk St. Paulus, Pelindung paroki. 

Pada jendela-jendela itu digambarkan peristiwa-peristiwa penting dalam hidup Paulus, mulai dari saat pertobatannya sampai saat dia dibunuh, dipenggal kepalanya di Roma.

II.2.4.4.1. Salam Santo Paulus Kepada Jemaat di Roma

Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. Injil itu telah dijanjikanNya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci, tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.

Dengan perantaraannya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka taat kepada nama-Nya.

Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus. (Rm 1:1-6)

II.2.4.4.2. Bertemu Kristus dalam perjalanan ke Damsyik

Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika sudah dekat ke kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.

Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?”

Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?”

KataNya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.” (Kis 9:3-6)

II.2.4.4.3. Pulih Pengelihatannya – Dibaptis

Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ.

Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia.

Pada saat itu juga, Paulus dibaptis. (Kis 22:12-15)

II.2.4.4.4. Terpilih untuk mewartakan Injil

Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.”

Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi. (Kis 13:1-3)

II.2.4.4.5. Menjalani Misi untuk pertama kalinya

Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus. Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi.

Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka. Mereka mengelilingi seluruh pulau itu sampai ke Pafos. (Kis 13:1-44)

II.2.4.4.6. Misi Kedua : Paulus dan Silas dipenjara
……………………….

Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.

Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua……………….. (Kis 16:16-40)

II.2.4.4.7. Paulus dan Silas di Tesalonika

Paulus dan Silas – Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.

Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: “Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu.” (Kis 17:1-4)

II.2.4.4.8. Misi Ketiga : Paulus merayakan Ekaristi

Setelah kembali di ruang atas, Paulus memecah-mecah roti lalu makan, setelah makan masih lama lagi ia berbicara, sampai fajar menyingsing. Kemudian ia berangkat. (Kis 20:11)

II.2.4.4.9. Paulus menulis surat di Penjara

Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.

Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu. (2Tim 2:8-9)

II.2.4.4.10. Doa Paulus di Roma

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. (2Tim 4:6-8)

II.2.4.4.11. Kemartiran Paulus

Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami .
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Rm 8:35-39)

II.2.4.4.12. Pesan Santo Paulus

Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!
(1 Kor 4:16

II.2.4.5. Roh Kudus

Lambang Roh Kudus ditempatkan di tengah Gereja sebagai sumber dan daya hidup Gereja yang menerangi dan menghidupi seluruh Gereja.

II.2.5. PATUNG SANTO PAULUS

II.2.5. PATUNG SANTO PAULUS

Di muka Gereja berdiri patung Santo Paulus – pelindung Paroki – dalam perutusannya sebagai pewarta Injil yang dijiwai oleh Kasih Kristus.

“Kasih Kristus mendorong kita”,

menyambut kedatangan umat. (2 Kor 5:14)

II.2.6. PINTU

II.2.6. PINTU

Gereja Santo Paulus bukan sekedar sebuah bangunan indah, tetapi juga tempat dimana umat Katolik bersimpuh dengan penuh iman, beribadat dengan ketakwaan dan menyembah Allah secara khusuk. Gereja adalah wilayah “perjumpaan” Tuhan dengan umat-Nya. Umat masuk melalui pintu-pintu “meninggalkan” wilayah kesehariannya untuk menyatukan diri dengan Tuhan dalam sebuah perjumpaan meditatif

II.2.6.1. Gerbang Utama: Sakramen Ekaristi
Sumber dan Puncak Hidup Gereja

II.2.6.2. Pintu Sakramen Baptis
Pintu sakramen Babtis terletak di sebelah kanan urutan pertama

II.2.6.3. Pintu Sakramen Krisma
Pintu Sakramen Krisma / Penguatan terletak di sebelah kanan urutan kedua.

II.2.6.4. Pintu Sakramen Tobat
Pintu Sakramen Tobat / Pengkauan terletak di sebalah kanan urutan ketiga.

II.2.6.5. Pintu Sakramen Perminyakan orang sakit
Pintu Sakramen Perminyakan orang sakit terletak di sebelah kiri urutan pertama.

II.2.6.6. Pintu Sakramen Imamat
Pintu Sakramen Imamat terletak di sebelah kiri urutan kedua.[7]

II.2.6.7. Pintu Sakramen Perkawinan
Pintu Sakramen Perkawinan terletak di sebelah kiri urutan ketiga.

II.2.6.8. Kristus yang Bangkit
Pintu sebelah kiri dan kanan urutan keempat ditinjau dari Gerbang utama melambangkan Kristus yang Bangkit.

II.2.6.9. Dunia dalam Pelukan Kasih Allah
Dua pintu terpisah masing-masing di kiri dan kanan, tempat masuk ke ruang Sakristi dan ruang persiapan melambangkan dunia dalam pelukan Kasih Allah.

  1. Lahirnya Paroki St Maria A Fatima
  2. Kornelis Seralarat, Pr (2013). Gedung Gereja sebagai tempat kaum beriman beribadat kepada Allah dalam Roh Kebenaran. Seminari Tinggi St Fransiskus Xaverius Ambon
  3. Krispurwna Cahyadi, SJ (2009). Pastoral Gereja – Paroki dalam upaya membangun Gereja yang hidup. Penerbit Kanisius ISBN 978-979-21-2424-8
  4. A Heuken, SJ (1995). Ensiklopedia Orang Kudus (Dari A – Z). Penerbit Kanisius Cetakan kesebelas
  5. Augusto Luca, SX (1988). Santo Guido Maria Conforti – Uskup Parma, Pendiri Serikat Misionaris Xaverian. Penerbit Serikat Misionaris Xaverian CPR 42.

PELINDUNG

Mgr. Martinus D Situmorang OFM Cap (+)

PEMBINA

Franco Qualizza, SX

Otello Pancani, SX (+)

Yulius Tangke Bandaso, SX

Casali Otello, SX (+)

Ketua : Viktor P Sihotang
Wakil Ketua : Choky Napitupulu
Bendahara : T Sunrio Tardy
Wakil Bendahara : Hubertus Indradi

SEKSI-SEKSI

SEKSI PERIJINAN
Koordinator : J. Situngkir
Anggota
• S Sitanggang
• M.N. Sitepu • Ag. Winardi

SEKSI PERENCANAAN
Koordinator : Iskak Harsono
Anggota
• T Sunrio Tardy
• Daud Darmono • Gabriel Suwarno
• B Firsty R Renata

SEKSI PENGAWASAN
Koordinator : Panjaitan
Anggota
• Yohanes Sutrisno • Y. Chandryono
• Yusuf Dwi • Gabriel Suwarno
• Iskak Harsono

SEKSI HUMAS
Koordinator : H Turnip
Anggota
• Darusman Simbolon
• Lukas Debata Raja • Petrus L Watu
• Y Sugiyana

SEKSI KEAMANAN
Koordinator : J Tinambunan
Anggota
• B SImamarta • K Malau • J SItanggang • Jimanto P

SEKSI DANA
Koordinator : Yohanes Sutrisno
Sekretaris : B Firsty R Renata
Anggota
• Sr Leonisia FCJM
• Chandyono
• Daud Darmono           

• Martinus Sembiring
• Aston Kembaren
• Ignatius Yong
• Martinus Kasimun

• Johny Hardy
• K Damanik

• Dr Akmal
• Franz

• Jonson Situmorang
• Seluruh Ketua Kring Wilayah Pusat
• Seluruh Ketua Stasi

Gereja Santo Paulus
Gereja Katolik Santo Paulus Pekanbaru
Informasi Umum
Lokasi
Labuh Baru Barat, Payung Sekaki,
Pekanbaru, Riau
Negara
Indonesia
Denominasi
Gereja Katolik Roma
Situs Web
santopauluspku.org
Arsitektur
Status
Gereja Paroki
Status Fungsional
Aktif
Tipe Arsitektur
Gereja arsitektur modern kontemporer yang dipadu sentuhan klasik
Spesifikasi
Kapasitas
3.000 umat
Administrasi
Keuskupan
Padang

Disclaimer

All photographs and written records were compiled by Firsty Ren on behalf of the Church Development Committee and approved by the Parish Priest serving at that time, Rev. Fr. Franco Qualizza, SX. These materials were subsequently published in a commemorative book that was distributed to all parishioners during the Rite of Dedication of the Church

Kasih Kristus Mendorong Kita

JADWAL PELAYANAN & KEGIATAN

TERBARU

LIVE STREAMING
DUKUNGAN UNTUK PENGELOLAAN SITUS PAROKI
SCAN ME
logo-komsos-baru.png