![]()
Dalam rangka memperingati 75 Tahun Kongregasi Serikat Xaverian Berkarya di Indonesia, Paguyuban Awam Xaverian (PAX) Paroki Santo Paulus Pekanbaru menyelenggarakan berbagai kegiatan yang melibatkan umat dari Paroki Santo Paulus Pekanbaru maupun paroki-paroki lain di sekitarnya. PAX Paroki Santo Paulus Pekanbaru sendiri telah terbentuk dengan jumlah anggota sekitar 45–50 orang yang mendalami spiritualitas Santo Guido Maria Conforti, pendiri Kongregasi Serikat Xaverian.
Salah satu kegiatan yang diselenggarakan adalah Lomba Pastor Cilik yang diikuti oleh 11 peserta dari Paroki Santa Maria A Fatima Pekanbaru, Kuasi Paroki Kristus Raja Semesta Alam Pasir Putih, Paroki Santo Petrus Rasul Kota Batak, Paroki Hati Kudus Yesus Pangkalan Kerinci, serta Paroki Santo Paulus Pekanbaru.
Dalam lomba ini, para peserta mengenakan busana liturgi seorang imam yang terdiri atas alba, stola, dan kasula. Mereka memperagakan bagian-bagian Perayaan Ekaristi, mulai dari Ritus Pembuka, kata pengantar, Pernyataan Tobat, Kemuliaan, Doa Pembuka, hingga Ritus Penutup, disertai penggunaan busana liturgi yang sesuai.
Sr. M. Miranda Debataraja, FCJM, yang menjadi salah satu dewan juri, mengungkapkan kekagumannya terhadap penampilan para peserta. Menurutnya, seluruh peserta menunjukkan persiapan yang baik, baik dalam penguasaan teks, gerakan liturgi, maupun cara membawakan nyanyian dan doa dengan penuh percaya diri. Ia juga mengapresiasi antusiasme para orang tua dan pendamping yang turut mendukung peserta dengan mengikuti bagian-bagian jawaban umat selama peragaan berlangsung.
Setelah melalui proses penilaian, dewan juri menetapkan Andreas Hasugian dari Paroki Hati Kudus Yesus Pangkalan Kerinci sebagai juara pertama. Juara kedua diraih oleh Louis Adriel Reynand dari Paroki Santa Maria A Fatima Pekanbaru, sedangkan juara ketiga diraih oleh Adrian Carel Purba dari Stasi Rajawali, Paroki Santo Paulus Pekanbaru.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Sr. M. Miranda Debataraja, FCJM, dilanjutkan dengan berkat dari Pastor Edgar Ruiz Leon, SX, dan sesi foto bersama seluruh peserta, pendamping, panitia, serta dewan juri.
Menurut Sr. M. Miranda Debataraja, FCJM, kegiatan Pastor Cilik menjadi sarana yang baik untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Gereja, mengenalkan liturgi sejak dini, serta menanamkan benih panggilan untuk mengikuti Kristus melalui hidup membiara maupun imamat.
- 2026 | Sr. M. Miranda Debataraja, FCJM.
- Editor: Re
- Foto Komsos | Kuang