Search

Membangun Iman yang Teguh di Era Post-Truth

Loading

NGOPI (Ngobrol Perkara Iman) Bersama Bapa Uskup Mgr. Vitus Rubianto Solichin

 

Pada kesempatan istimewa ini, Orang Muda Katolik (OMK) St. Paulus Pekanbaru mendapat ruang berharga untuk bertemu langsung dengan Bapa Uskup, Mgr. Vitus Rubianto Solichin, dalam acara Ngopi – Ngobrol Perkara Iman (11/9). Tema yang diangkat, “Membangun Iman yang Teguh di Era Post-Truth”, terasa sangat relevan dengan situasi dunia saat ini, ketika kebenaran seringkali diputarbalikkan dan orang muda ditantang untuk tetap setia pada iman yang sejati.

Acara diawali dengan sambutan dari ketua panitia, Nakesha Fitria Devi Sinaga. Ia menyampaikan harapan agar melalui perjumpaan ini, “setiap peserta, khususnya orang muda, dapat memperoleh pengalaman iman yang luar biasa dan semakin diteguhkan dalam perjalanan rohaninya.”

Sambutan berikutnya diberikan oleh Pastor Yakobus I Made Suardana, SX (Pastor Kadek) yang hadir mewakili Pastor Paroki. Pastor Kadek mengingatkan orang muda untuk “memiliki pegangan iman yang kokoh dan tidak membiarkan hidupnya seperti donat: luarnya terlihat penuh tetapi bagian tengahnya kosong.” Dengan analogi sederhana itu, beliau mengajak OMK membangun iman yang berisi dan mendalam.

Memasuki inti acara, sesi pertama dibawakan langsung oleh Bapa Uskup Mgr. Vitus Rubianto Solichin. Beliau menjelaskan secara mendalam tentang apa itu post-truth, dampak yang ditimbulkan bagi kehidupan orang muda, cara menghadapi tantangan post-truth dalam kehidupan beriman, serta pentingnya berpegang pada kebenaran Injil dan teladan Kristus dalam membangun iman yang teguh.

Dalam penjelasannya, Bapa Uskup menekankan bahwa “beriman berarti memiliki rumah bagi iman itu sendiri.” Rumah yang dimaksud adalah tempat dan komunitas di mana iman bertumbuh: keluarga, sahabat-sahabat seiman, paroki yang merangkul, serta kebanggaan menjadi bagian dari Gereja yang hidup. Dengan “rumah iman” itu, orang muda tidak akan mudah goyah di tengah arus kebingungan zaman post-truth.

Setelah sesi pertama, acara dilanjutkan dengan selingan yang dibawakan oleh Frater Daniel Natalius Munthe, SX. Frater mengajak OMK merenungkan tentang hidup panggilan, sambil menegaskan bahwa “panggilan sudah ada di diri masing-masing, tinggal bagaimana kita mengkomunikasikan panggilan itu dengan Sang Pemberi.” Sesi ini ditutup dengan tanya jawab singkat namun penuh antusias dari para peserta.

Meski gerimis dan hujan sesekali terdengar di luar, suasana acara tetap hangat dan penuh sukacita. OMK bahkan menari bersama sambil mengajak Bapa Uskup ikut bergembira bersama mereka. Kemeriahan ini kemudian dilanjutkan dengan foto bersama, menjadi momen kebersamaan yang tak terlupakan.

Sebagai penutup, seluruh rangkaian acara diakhiri dengan doa dan berkat, menandai berakhirnya perjumpaan penuh makna ini. Ngopi – Ngobrol Perkara Iman tidak hanya memperkaya wawasan tentang iman di era post-truth, tetapi juga menjadi pengalaman rohani yang mempererat kebersamaan OMK dengan Gereja dan para gembalanya.

Beriman berarti memiliki rumah bagi iman itu sendiri.

Nakesha -Komsos Wilayah Pusat / OMK

Kasih Kristus Mendorong Kita

TERBARU

LIVE STREAMING
DUKUNGAN UNTUK PENGELOLAAN SITUS PAROKI
SCAN ME
logo-komsos-baru.png

JADWAL PELAYANAN & KEGIATAN