![]()
”Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”.~ Yohanes 14:1
Salah satu penyakit terbesar manusia zaman sekarang bukan hanya stres atau kelelahan, tetapi kehilangan arah.
Kita hidup di zaman yang sangat cepat: informasi cepat, teknologi cepat, perubahan cepat. Orang bisa tahu banyak hal dalam satu hari, tetapi ironisnya semakin banyak orang tidak tahu hidupnya mau dibawa ke mana.
Karena itu Injil hari ini terasa sangat relevan. Yesus berkata:
“Janganlah gelisah hatimu.” “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.”
Perhatikan: Yesus tidak berkata, “Aku tahu jalan.”
Ia berkata: “Akulah jalan.”
Artinya, iman kita bukan sekadar mengikuti aturan atau teori, tetapi mengikuti pribadi: Yesus sendiri.
Dan ini penting.
Karena banyak orang mengira kebahagiaan ada di tujuan tertentu:
“Kalau saya kaya, saya tenang.”
“Kalau saya sukses, saya bahagia.”
“Kalau semua masalah selesai, hidup saya damai.”
Tetapi kenyataannya, banyak orang punya segalanya namun tetap kosong.
Mengapa? Karena manusia bukan hanya membutuhkan kenyamanan; manusia membutuhkan arah dan makna.
Itulah sebabnya Yesus pertama-tama berkata: “Jangan gelisah.”
Menariknya, Yesus mengatakan itu bukan ketika situasi para murid sedang baik-baik saja. Justru saat itu para murid sedang takut dan bingung. Yesus berbicara tentang penderitaan dan salib. Dunia mereka sedang goyah. Artinya damai menurut Kristus bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi hati yang tetap punya pegangan di tengah masalah. Dan pegangan itu adalah relasi dengan Tuhan.
Hari ini Yesus mengingatkan kita: jangan hanya sibuk mencari jalan hidup, tetapi pastikan kita berjalan bersama Kristus.
Karena tanpa Kristus,
orang bisa sukses tetapi kehilangan dirinya.
Bisa kaya tetapi miskin hati.
Bisa terkenal tetapi kesepian.
Bisa hidup lama tetapi tidak sungguh hidup.
Hanya bersama Kristus, hidup menemukan arah, kebenaran, dan maknanya.

Yakobus I Made Suardana, SX
Misionaris Xaverian