Search

Perayaan Paskah Paguyuban Awam Xaverian Pekanbaru | 16 April 2026

Loading

Misa dipimpin oleh P. Kadek SX.

Misa dihadiri oleh anggota Paguyuban Awam Xaverian ( PAX ) Pekanbaru yang diadakan di rumah Bapak Mardani Sebayang & Ibu Huiniati. 

Dalam homilinya Pastor Kadek menyampaikan untuk merenungkan pilihan hidup antara hal-hal yang “di bawah” dan hal-hal yang “di atas”. Hidup “di bawah” dimaknai sebagai hidup yang hanya berpusat pada nilai-nilai duniawi, seperti keberhasilan menurut penilaian manusia, kepentingan pribadi, dan ukuran dunia.

Melalui sabda-Nya, Yesus berkata:

Carilah dahulu Kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.

Pesan ini menegaskan bahwa hidup orang beriman harus memiliki arah dan prioritas yang jelas.

Bekerja, menabung, dan memenuhi kebutuhan hidup tetap perlu dilakukan, tetapi semuanya harus ditempatkan dalam terang iman dan kehendak Tuhan.

Hal-hal yang menjadi prioritas dari atas adalah cinta kasih yang tulus, pengampunan, pengorbanan, persaudaraan, serta kesediaan melayani sesama. Nilai-nilai inilah yang memberi kualitas sejati bagi hidup manusia.

Masa Paskah menjadi kesempatan untuk memperbarui arah hidup berubah ( bukan berhenti pada pencapaian duniawi ), bertumbuh, dan mengarahkan hidup kepada Kristus.umat diajak merenungkan tentang prioritas hidup.

Yesus mengingatkan agar manusia tidak hanya berfokus pada hal-hal duniawi, seperti keberhasilan, harta, penilaian orang lain, dan kepentingan pribadi. Semua itu penting dalam hidup, namun bukan yang utama. Kristus mengarahkan umat untuk mencari terlebih dahulu hal-hal yang berasal dari atas, yaitu nilai-nilai Kerajaan Allah.

Dalam spiritualitas Xaverian, prioritas hidup itu tampak dalam ajaran Santo Guido Maria Conforti

: mencintai seperti saudara dan menghormati seperti pangeran.

Persaudaraan, penghormatan, dan kasih kepada sesama menjadi harta rohani yang jauh lebih berharga daripada kekayaan materi. Inilah semangat yang harus dihidupi oleh setiap anggota Paguyuban Awam Xaverian.

Selain itu, para misionaris Xaverian dahulu diutus hanya dengan membawa salib. Salib menjadi lambang bahwa prioritas utama dalam misi bukan kekuatan dunia, melainkan kasih Allah yang rela berkorban. Dalam setiap pelayanan, yang terutama dibawa adalah cinta kasih, sebab tanpa kasih segala karya kehilangan arti.

Dalam bacaan Kisah para rasul: disampaikan untuk lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia. Artinya, ketika seseorang menempatkan kehendak Allah sebagai prioritas utama, ia tidak akan salah arah. Walaupun harus berjuang, perjuangan itu akan memberi makna bagi hidup dan iman.

Pada akhirnya, Paskah mengajak seluruh anggota komunitas untuk menata kembali prioritas hidup: mengutamakan Tuhan, memelihara persaudaraan, bertumbuh dalam iman, dan setia dalam pelayanan.

Dengan demikian, hidup menjadi lebih berkualitas, penuh damai, dan menjadi kesaksian nyata di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Setelah misa, untuk membangun keakraban diantara anggota komunitas diadakan games berkelompok, menebak kata. Gerakan tubuh dalam permainan melambangkan bahwa hidup beriman harus tampak dan nyata. Kasih, pelayanan, persaudaraan, pengampunan, serta semangat misi bukan hanya untuk dibicarakan, tetapi untuk diwujudkan dalam tindakan konkret di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat

Selain itu, permainan ini menumbuhkan kebersamaan, kerja sama, dan sukacita, yang merupakan ciri khas keluarga Xaverian.

Dalam proses saling menebak, peserta belajar untuk saling memahami, mendukung, dan berjalan bersama sebagai satu komunitas.

Dengan demikian, permainan ini bukan sekadar hiburan, tetapi sarana sederhana untuk menghidupi nilai-nilai Xaverian: menjadi saudara bagi sesama, melayani dengan hati, serta mewartakan Injil melalui hidup yang penuh kasih dan kegembiraan.

~ Rostiana

Kasih Kristus Mendorong Kita

JADWAL PELAYANAN & KEGIATAN

TERBARU

LIVE STREAMING
DUKUNGAN UNTUK PENGELOLAAN SITUS PAROKI
SCAN ME
logo-komsos-baru.png