![]()
Injil Hari ini (Yoh 6:35-40) Yesus berkata: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” Kalimat ini menarik, karena kalau kita jujur, kita tetap saja lapar tetap saja haus. Sudah makan, beberapa jam kemudian lapar lagi. Sudah merasa cukup, tiba-tiba ingin lagi. Artinya, Yesus jelas tidak sedang bicara soal perut. Yesus sedang bicara soal hati manusia.
Kita ini sering merasa “lapar” dalam hidup: lapar akan perhatian, lapar akan dihargai, lapar akan dicintai. Dan masalahnya, kita sering mengisi “lapar hati” itu dengan hal-hal yang salah. Kita pikir: kalau punya uang lebih pasti tenang, kalau punya jabatan pasti puas, kalau orang lain mengakui kita, pasti bahagia. Tapi kenyataannya? Tetap saja kurang. Selalu ada rasa kosong yang tidak bisa dijelaskan.
Di sinilah Yesus masuk. Ia tidak memberi kita “sesuatu”, Ia memberi diri-Nya sendiri. “Akulah roti hidup.” Bukan roti biasa. Roti ini bukan untuk mengenyangkan sementara, tetapi untuk memberi hidup yang sejati. Masalahnya, kita sering datang kepada Yesus dengan motivasi yang salah. Kita datang bukan karena ingin Dia, tetapi karena ingin “sesuatu dari Dia.”
Kita berdoa supaya masalah selesai. Kita ikut misa supaya hidup lancar. Kita mencari Tuhan… tapi sebenarnya kita mencari solusi. Tidak salah, Tuhan memang peduli dengan kebutuhan kita. Tapi kalau kita hanya berhenti di situ, kita akan selalu kecewa. Karena Yesus tidak datang pertama-tama untuk menyelesaikan masalah kita, Ia datang untuk mengubah hidup kita.
Pertanyaannya sederhana: kita ini sebenarnya sedang lapar apa? Dan kita sedang mengisinya dengan apa? Kalau kita terus mengisi hati dengan hal-hal duniawi saja, kita akan terus lapar.
Tapi kalau kita mulai datang kepada Yesus, perlahan-lahan kita akan menemukan sesuatu yang berbeda: damai yang tidak tergantung situasi, harapan yang tidak mudah runtuh, dan kekuatan untuk menjalani hidup.
.
Yakobus I Made Suardana, SX
Misionaris Xaverian