Search

Santo Thomas Rasul | 3 Juli 2026

Loading

“Ya, Tuhanku dan Allahku!”

Yoh 20:28

Santo Tomas sering dijuluki sebagai “Tomas yang ragu.” Namun, sebenarnya Tomas bukanlah orang yang tidak percaya. Ia adalah seorang murid yang sedang berjuang untuk percaya. Setelah menyaksikan Yesus wafat di salib, hatinya dipenuhi kekecewaan dan luka. Karena itu ia berkata,

“Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, aku tidak akan percaya.”

Yang menarik, ketika Yesus datang, Ia tidak memarahi Tomas. Yesus justru mendekatinya dengan penuh kasih dan berkata, “Jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak menolak orang yang sedang bergumul. Sebaliknya, Ia datang untuk menguatkan dan meneguhkan iman mereka.

Dari Tomas kita belajar bahwa keraguan bukanlah akhir dari iman, asalkan kita tetap mencari Tuhan. Yang berbahaya bukanlah memiliki pertanyaan, tetapi menjauh dari Tuhan ketika pertanyaan itu belum terjawab. Tomas tetap kembali berkumpul bersama para murid, dan di sanalah ia mengalami perjumpaan dengan Kristus yang bangkit.

Perjumpaan itu mengubah hidupnya. Ia tidak lagi meminta bukti. Ia hanya berseru, “Ya Tuhanku dan Allahku!” Itulah pengakuan iman yang lahir dari hati yang telah mengalami kasih Tuhan.

Lalu Yesus berkata,

“Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Iman bukan berarti kita memiliki jawaban atas semua persoalan. Iman berarti kita yakin bahwa Tuhan tetap hadir dan bekerja, bahkan ketika kita belum memahami rencana-Nya.

Marilah kita belajar satu doa sederhana dari Santo Tomas: “Ya Tuhanku dan Allahku, ketika aku ragu, kuatkanlah imanku. Ketika aku tidak melihat jalan, ajarlah aku tetap percaya kepada-Mu.”

Semoga seperti Santo Tomas, kita pun semakin mengenal Kristus, bukan hanya dengan pikiran, tetapi dengan hati yang percaya dan setia.

Kasih Kristus Mendorong Kita

JADWAL PELAYANAN & KEGIATAN

TERBARU

LIVE STREAMING
DUKUNGAN UNTUK PENGELOLAAN SITUS PAROKI
SCAN ME
logo-komsos-baru.png