![]()
PEKANBARU – Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Pekanbaru melalui Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) menggelar Stand Hasil Pangan pada Minggu, 18 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini mengusung tema “Sinodalitas: Mendengarkan Suara Bumi dan Penghuninya.”
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk partisipasi paroki dalam memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh setiap tanggal 16 Oktober. Peringatan yang digagas oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) ini mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap persoalan pangan, ketahanan pangan, serta pemenuhan hak setiap orang untuk memperoleh makanan yang layak.
Sejalan dengan semangat tersebut, pesan Paus Leo XIV kepada FAO menegaskan pentingnya akses terhadap pangan sebagai hak asasi manusia yang mendasar. Dalam pesannya, Paus mengingatkan:
“Akses rutin terhadap pangan yang aman, memadai, dan mencukupi, sesuai dengan martabat setiap manusia, merupakan hak asasi manusia yang mendasar. Menjamin hak ini adalah kewajiban keadilan yang mengikat setiap negara dan masyarakat internasional.”
Pesan ini menjadi pengingat bahwa pangan bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, melainkan juga menyangkut martabat manusia, keadilan sosial, dan tanggung jawab bersama untuk memastikan tidak seorang pun mengalami kekurangan pangan.
Tujuh Stand Peserta Meriahkan Stand Hasil Pangan
Stand Hasil Pangan diikuti oleh tujuh peserta, yang terdiri dari tiga peserta dari stasi, empat peserta dari kring, serta satu stand dari Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki Santo Paulus Pekanbaru.
Beragam hasil bumi dan produk pangan ditawarkan, mulai dari sayuran, buah-buahan, rempah-rempah, dan telur hingga aneka makanan sehat, seperti nasi urap dan salad buah. Selain produk yang dibawa langsung oleh peserta, stand PSE juga menghimpun berbagai produk titipan umat untuk dipasarkan bersama.
Melalui layanan penitipan produk ini, PSE membuka ruang bagi umat untuk memperkenalkan dan memasarkan hasil usaha mereka kepada komunitas paroki. Dengan membeli produk yang ditawarkan maupun berpartisipasi sebagai penitip produk, umat dapat saling mendukung dan turut menggerakkan pemberdayaan ekonomi di lingkungan gereja.
Ajakan untuk Berpartisipasi dalam Pemberdayaan Ekonomi
Seksi PSE Paroki Santo Paulus Pekanbaru secara rutin membuka kesempatan bagi umat untuk menitipkan produk jualan setiap hari Minggu. Umat yang memiliki produk dan ingin berpartisipasi dapat menghubungi koordinator PSE untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai mekanisme penitipan dan pemasaran produk.
Melalui kegiatan ini, PSE berharap semakin banyak umat yang terlibat dalam gerakan pemberdayaan ekonomi bersama. Partisipasi tersebut dapat diwujudkan dengan menitipkan produk, membeli produk yang ditawarkan, maupun mendukung sesama umat yang sedang mengembangkan usaha
Ajakan Pastor di Akhir Misa
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Pastor Andreas Sutiyo, SX. Pada akhir misa, beliau mengajak umat untuk mampir ke Stand Hasil Pangan dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Ajakan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk mewujudkan kepedulian secara nyata, sekaligus mendukung karya pelayanan PSE dalam mendampingi dan memberdayakan umat di bidang sosial ekonomi.
Merawat Bumi, Menghargai Pangan, dan Menguatkan Solidaritas
Gereja Katolik memberikan perhatian khusus terhadap Hari Pangan Sedunia setiap tahun sebagai bagian dari panggilan untuk memperjuangkan keadilan sosial, menghargai hasil bumi, dan membangun kepedulian terhadap mereka yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.
Di Keuskupan Padang, perhatian terhadap karya PSE juga diwujudkan melalui kolekte khusus untuk mendukung pelayanan PSE Keuskupan. Dukungan ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan umat dalam memperkuat karya sosial ekonomi Gereja.
Melalui Stand Hasil Pangan ini, Paroki Santo Paulus Pekanbaru mengajak seluruh umat untuk semakin menyadari bahwa kepedulian terhadap pangan dapat dimulai dari lingkungan terdekat: menghargai hasil bumi, memilih pangan yang sehat, mendukung usaha sesama, serta membangun kebiasaan berbagi.
Semangat “Sinodalitas: Mendengarkan Suara Bumi dan Penghuninya” mengingatkan kita bahwa merawat bumi, menghargai pangan, dan memperhatikan sesama merupakan bagian dari panggilan bersama untuk membangun kehidupan yang lebih adil, sehat, dan bermartabat.
Dokumentasi Komsos
- Foto: Agung, Kuang
- Editor: Re