Search

Jadi, minus lima untuk semua.

Loading

Pekanbaru, parokistpaulus. Ratusan umat tampak memadati Gereja Paroki St.Paulus, Minggu ( 17/05). Hari ini Gereja merayakan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh P. Yakobus I Made Suardana, SX.  

“Ada yang masih ingat tema Hari Komunikasi Sosial Sedunia tahun ini?”

tanya Pastor kepada umat yang hadir sembari mengawali homilinya.  

Umat terlihat diam, hanya saling lirik satu sama lain,

…. ya temanya adalah “Menjaga Suara dan Wajah Manusia”, jadi minus lima untuk semua!”

ujar Pastor, diikuti gelak tawa umat.

Hidup kita semakin dipermudah dengan berkembanganya teknologi. Kita ada di era dengan alat komunikasi digital yang sangat canggih dan terkoneksi satu dengan yang lain. Setiap hari hanya dalam hitungan menit ada banyak informasi yang bisa dapat. Menghabiskan berjam-jam hanya untuk “scrolling”. Apalagi dengan adanya kecerdasan buatan (AI) saat ini, kita semakin terlena. Kecerdasan buatan memang memiliki dua sifat yang beriringan. Satu sisi membantu kita mengerjakan hal tertentu, sementara sisi lainnya ada bahaya yang menyertai. Salah satunya suara dan wajah kita bisa dimanipulasi untuk tujuan yang kurang tepat, imbuh Pastor.

Intinya jelas, bagaimana menjaga suara dan wajah manusiawi kita. Menjadi catatan penting,  secanggih apapun teknologi tetap tidak bisa menggantikan nilai kemanusiaan kita. Teknologi punya kapasitas menyimpan data, tetapi hanya manuisia yang mempunyai hati, punya perasaan. Kercerdasan buatan begitu cepat berkembang, namun tidak disertai dengan  pertumbuhan iman kita. Di era digital ini, sebagai umat Kristiani kita diminta untuk dapat menjaga suara dan wajah manusiawi. Belajar dari Yesus, bagaimana Ia menjaga dan menampilkan wajah Allah Bapa yang sebenarnya. Wajah yang penuh dengan kerahiman, Allah yang penuh dengan belas kasih, penuh pengampunan dan merangkul.

Pertanyaan untuk kita yang hadir disini,

  • Apakah kita mampu memperlihatkan wajah kekatolikan dalam setiap komunikasi ?
  • Mampukah kita sebagai terang dan garam dunia ?
  • Apakah jari-jari kita ikut berkomentar dalam diskusi untuk sebuah postingan yang kurang relevan ?

tanya Pastor yang juga penikmat kopi ini.

Lewat doa Yesus mengajarkan kita tentang komunikasi. Yesus tak hanya sekadar menyampaikan pesan moral biasa tetapi menyiratkan relasi yang begitu dalam. Komunikasi yang berkualitas dan sejati, harus didasarkan oleh relasi yang semakin erat. Semakin erat relasi kita dengan Allah maka semakin erat relasi kita satu sama lain. Karna secanggih apapun teknologi tak akan pernah menggantikan perjumpaan kita satu dengan yang lain, tutup pastor di akhir homilinya.

Sebelum berkat penutup, Pastor yang akrab disapa Kadek ini, mengucapkan terima kasih kepada Tim Komsos. Lewat karyanya, Komsos menjadi pewarta cinta kasih Allah , saksi pengharapan terutama kebenaran. Kita doakan semoga Komsos tetap menjadi terang dan garam untuk membawa pesan iman. 

~ by mss

  • Dokumentasi Foto : Tim Komsos Paroki St. Paulus
  • Live Streaming : Tim Komsos se Paroki St. Paulus
Kasih Kristus Mendorong Kita

JADWAL PELAYANAN & KEGIATAN

TERBARU

LIVE STREAMING
DUKUNGAN UNTUK PENGELOLAAN SITUS PAROKI
SCAN ME
logo-komsos-baru.png