![]()
Kuasi Paroki Kristus Raja Semesta Alam Pasir Putih
Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 08.30 WIB, dilaksanakan Peresmian Gereja Stasi Santa Agatha Tarai Bangun, yang kini menjadi bagian dari Kuasi Paroki Kristus Raja Semesta Alam Pasir Putih. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Vitus Rubianto Solichin sebagai selebran utama bersama para konselebran, yaitu P. Alexius Sudarmanto, Pr., Vikaris Episkopal Kevikepan Santo Paulus Riau; P. Otto Procesus Hasugian, Pr., Pastor Paroki Kuasi Paroki Kristus Raja Semesta Alam Pasir Putih; P. Alexander Irwan Suwandi, Pr.; P. Pardomuan Benedictus, Pr.; P. Edgar Ruiz Leon, SX.; P. Yulius Tangke Bandaso, SX.; dan P. Gregorius Purba Nagara, SX.
Rangkaian acara diawali dengan serah terima gedung Gereja Santa Agatha oleh P. Otto Procesus Hasugian, Pr. selaku Pastor Kepala Kuasi Paroki Kristus Raja Semesta Alam Pasir Putih. Gereja Stasi Santa Agatha Tarai Bangun sebelumnya merupakan bagian dari Paroki Santo Paulus Pekanbaru. Seiring pembentukan Kuasi Paroki Kristus Raja Semesta Alam Pasir Putih pada tahun 2026, Stasi Santa Agatha Tarai Bangun kemudian bergabung dalam wilayah pelayanan kuasi paroki tersebut, yang merupakan pengembangan pastoral dari Paroki Santa Maria A Fatima Pekanbaru.
Sebelum pemotongan pita, P. Otto menyampaikan bahwa pembangunan gereja dapat diselesaikan berkat kerja sama umat stasi secara mandiri, dukungan umat Katolik dari berbagai tempat, serta bantuan para donatur. Ucapan syukur dan terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pembangunan gereja.
Penyerahan kunci gereja dilakukan oleh panitia pembangunan kepada Bapa Uskup, dilanjutkan dengan pemotongan pita. Setelah itu, Bapa Uskup membuka pintu gereja dan mereciki gedung gereja sebelum perarakan masuk dimulai untuk Perayaan Ekaristi bersama seluruh umat yang hadir.
Dalam homilinya, Bapa Uskup menyampaikan bahwa gereja yang hidup, bergerak, dan misioner adalah gereja yang terus-menerus merayakan Pentakosta, memohon Roh Kudus, serta menghayati hidup baru yang dikuatkan oleh karunia Roh Kudus.
“Gereja yang hidup, gereja yang bergerak, juga gereja misioner adalah gereja yang terus menerus merayakan Pentakosta — memohon Roh Kudus dan betul menerima, menghayati hidup baru yang dikuatkan dengan karunia Roh Kudus ini,” kata Bapa Uskup membuka homili.
Pada akhir homili, Bapa Uskup mengajak umat untuk terus ambil bagian dalam memperindah gereja, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kehidupan iman sehari-hari.
Setelah homili dilaksanakan Litani Para Kudus sebagai bagian dari ritus dedikasi altar. Bapa Uskup menjelaskan bahwa altar akan diurapi dengan minyak Krisma sebagai tanda pengudusan, sebagaimana dalam ritus pentahbisan. Setelah litani, altar yang masih kosong diurapi dengan minyak Krisma dan didupai. Para misdinar kemudian memasang kain altar, salib, dan lilin altar.
Dalam Perayaan Ekaristi ini juga dilaksanakan penerimaan Sakramen Krisma bagi 50 orang.
Pada sesi pengumuman, Ketua Stasi Santa Agatha Tarai Bangun, Bartolomeus Ivo Barus, menyampaikan sambutan. Disebutkan bahwa peletakan batu pertama gereja dilaksanakan pada 5 Februari 2017, saat Stasi Santa Agatha masih menjadi bagian dari Paroki Santo Paulus Pekanbaru dengan Pastor Paroki P. Franco Qualizza, SX.
Ucapan syukur dan terima kasih disampaikan kepada para “opung” yang sejak awal merintis kehidupan menggereja di wilayah tersebut melalui peribadatan di rumah-rumah. Apresiasi juga diberikan kepada umat yang terlibat aktif dalam proses pembangunan gereja, mulai dari mengangkat material, membersihkan lokasi, hingga membantu berbagai pekerjaan lainnya secara gotong royong.
Selain itu, disampaikan pula terima kasih kepada para pastor Xaverian yang telah mendampingi umat Stasi Santa Agatha Tarai Bangun, yaitu P. Franco Qualizza, SX., P. Yulius Tangke Bandaso, SX., P. Edgar Ruiz Leon, SX., dan P. Kadek, SX. Pendampingan tersebut tidak hanya melalui pelayanan pastoral, tetapi juga melalui teladan hidup dan penanaman semangat Xaverian dalam kehidupan menggereja, terutama semangat kebersamaan, pelayanan, misi, dan keterlibatan umat dalam membangun komunitas.
Pastor Edgar Ruiz Leon, SX. selaku Pastor Kepala Paroki Santo Paulus Pekanbaru juga menyampaikan sambutan. Ia mengungkapkan apresiasi atas semangat umat Stasi Santa Agatha Tarai Bangun dalam membangun gereja, serta berharap agar pertumbuhan gedung gereja sejalan dengan pertumbuhan iman umat. Ia juga mengajak umat untuk terus berjalan bersama dan menjaga persatuan dalam kehidupan menggereja.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh P. Otto Procesus Hasugian, Pr., selaku Pastor Paroki Kuasi Paroki Kristus Raja Semesta Alam Pasir Putih, dan dilanjutkan oleh P. Yulius Tangke Bandaso, SX.
Dalam sambutannya, P. Yulius mengenang semangat gotong royong umat sejak awal pembangunan gereja, termasuk keterlibatan para ibu yang turut merangkai besi pembangunan gereja. Ia juga mengenang pesan almarhum Martinus Dogma Situmorang yang mengatakan bahwa semangat umat jangan pernah dimatikan. Semangat kebersamaan dan kerja sama disebut sebagai dasar berdirinya Gereja Santa Agatha Tarai Bangun.
Setelah sambutan, dilaksanakan penandatanganan prasasti Gereja Santa Agatha Tarai Bangun oleh Bapa Uskup. Dalam sambutan singkatnya, Bapa Uskup menyampaikan rasa syukur karena dapat menyaksikan dan ikut terlibat dalam perjalanan pembangunan gereja tersebut sejak awal hingga selesai. Ucapan proficiat disampaikan kepada seluruh umat yang telah bekerja sama melalui berbagai pergantian kepengurusan dari waktu ke waktu. Bapa Uskup juga berharap, apabila jumlah imam semakin mencukupi di masa mendatang, Perayaan Ekaristi dapat dilaksanakan setiap minggu di stasi tersebut.