![]()
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Mat 11:28
Setiap orang pasti memikul beban. Ada beban pekerjaan, keluarga, ekonomi, kesehatan, bahkan beban batin yang tidak diketahui siapa pun. Di tengah kenyataan itu, Yesus hari ini menyampaikan undangan yang sangat indah: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.” Tuhan tidak meminta kita datang setelah hidup kita sempurna. Ia mengundang kita datang justru ketika kita lelah, kecewa, dan hampir menyerah.
Bacaan pertama dari Nabi Zakharia menggambarkan Yesus sebagai Raja yang lemah lembut. Ia datang bukan dengan kekuasaan dan kekerasan, tetapi dengan kasih dan kerendahan hati. Dunia mengajarkan bahwa orang besar adalah yang paling kuat dan paling berkuasa. Tetapi Yesus menunjukkan bahwa kebesaran sejati lahir dari kerendahan hati dan kesediaan melayani.
Kemudian Santo Paulus dalam bacaan kedua mengingatkan kita untuk hidup menurut Roh, bukan menurut keinginan diri sendiri. Banyak beban hidup menjadi semakin berat karena kita masih dikuasai oleh ego, kemarahan, iri hati, atau sulit mengampuni. Ketika kita membiarkan Roh Kudus bekerja dalam hati, kita belajar hidup dengan damai dan penuh pengharapan.
Akhirnya, Yesus berkata: “Belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati.” Artinya, kelegaan yang diberikan Yesus bukan selalu dengan menghilangkan masalah kita, tetapi dengan memberikan hati yang kuat untuk menjalaninya. Salib mungkin tetap ada, tetapi kita tidak lagi memikulnya sendirian. Kristus berjalan bersama kita.