Search

Hari Sabtu Minggu Biasa XV | 2026

Loading

“Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

Mat 13:8

Pernahkah kita merasa bahwa doa kita seperti tidak didengar? Kita sudah berusaha hidup baik, sudah berdoa, sudah datang ke gereja, tetapi masalah tetap ada. Dalam situasi seperti itu, kita bisa bertanya, “Apakah Tuhan masih bekerja?”

Hari ini, ketiga bacaan memberi satu jawaban yang sangat indah: Tuhan tidak pernah berhenti bekerja, meskipun kita belum melihat hasilnya.

Nabi Yesaya berkata bahwa firman Tuhan seperti hujan yang turun ke bumi. Hujan tidak langsung membuat pohon berbuah. Ia meresap perlahan, menyuburkan tanah, lalu suatu saat benih itu bertumbuh. Begitu juga Sabda Tuhan. Mungkin hari ini kita belum melihat perubahan, tetapi Sabda Tuhan tidak pernah sia-sia. Ia sedang bekerja di dalam hati kita.

Santo Paulus kemudian mengingatkan bahwa hidup ini memang tidak lepas dari penderitaan. Seluruh ciptaan, katanya, sedang mengeluh seperti seorang ibu yang hendak melahirkan. Ada rasa sakit, tetapi rasa sakit itu bukan akhir. Sesudahnya akan lahir kehidupan yang baru. Maka sebagai orang beriman, kita tidak hidup tanpa salib, tetapi kita hidup dengan harapan.

Lalu Yesus bertanya kepada kita melalui perumpamaan tentang penabur. Yang menjadi masalah bukan benihnya, karena benih itu selalu baik. Yang menjadi pertanyaan adalah: bagaimana keadaan hati kita?

Apakah hati kita keras karena ego? Berbatu karena kecewa? Penuh semak karena kesibukan, ambisi, dan kecemasan?

Ataukah hati kita terbuka sehingga Sabda Tuhan dapat berakar dan menghasilkan buah?

Tuhan setiap hari menaburkan benih kasih-Nya kepada kita. Ia tidak pernah lelah memberi kesempatan baru. Maka tugas kita bukan mencari benih yang lain, tetapi mempersiapkan hati yang lebih subur.

Kasih Kristus Mendorong Kita

JADWAL PELAYANAN & KEGIATAN

TERBARU

LIVE STREAMING
DUKUNGAN UNTUK PENGELOLAAN SITUS PAROKI
SCAN ME
logo-komsos-baru.png