![]()
“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”Mat 16:26
Kalau kita bertanya, apa yang paling berharga dalam hidup ini? Mungkin jawabannya adalah keluarga, uang, kesehatan, atau kebahagiaan. Semua itu baik. Tetapi Yesus hari ini mengajukan pertanyaan yang jauh lebih dalam: “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya?”
Yesus ingin mengingatkan kita bahwa ada sesuatu yang lebih berharga daripada semua yang kita miliki, yaitu jiwa kita, hubungan kita dengan Allah. Karena itu Yesus berkata, “Barangsiapa mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut Aku.”
Menyangkal diri bukan berarti membenci diri sendiri. Menyangkal diri berarti tidak membiarkan ego menguasai hidup kita. Belajar berkata, “Bukan kehendakku yang utama, tetapi kehendak Tuhan.” Belajar lebih mengutamakan kasih daripada kepentingan diri sendiri.
Salib adalah kesetiaan menjalani panggilan hidup setiap hari. Bagi orang tua, salib itu adalah tetap sabar mendidik anak. Bagi suami dan istri, salib itu adalah tetap setia dalam suka dan duka. Bagi kita semua, salib itu adalah tetap jujur ketika orang lain memilih jalan yang tidak benar, tetap mengampuni ketika hati terluka, dan tetap berbuat baik meskipun tidak dihargai.
Yesus juga berkata,
“Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.”
Inilah paradoks Injil. Dunia berkata, “Pegang erat hidupmu.” Tetapi Yesus berkata, “Beranilah memberi.” Anehnya, justru ketika kita hidup untuk Tuhan dan sesama, kita menemukan kebahagiaan yang sejati.
Marilah hari ini kita bertanya kepada diri sendiri: Apa yang sedang saya kejar?