Search

Dari Paroki hingga Stasi: Sukacita Paskah yang Menghidupkan

Loading

Makam kosong bukan sekadar tanda bahwa Yesus Kristus telah bangkit, tetapi juga undangan bagi kita untuk bangkit dari luka-luka hidup.

Dalam homili Pastor Yakobus I Made Suardana, SX pada Misa Kebangkitan Tuhan di Gereja Paroki, umat diajak menyadari bahwa kebangkitan Kristus menyapa setiap hati yang pernah rapuh, memanggil kita untuk memulihkan relasi yang sempat retak, dan menumbuhkan kembali harapan akan kasih. ✨

Lebih lanjut, melalui homili tersebut, kita diingatkan bahwa setiap orang beriman dipanggil menjadi saksi kebangkitan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan lewat kata-kata besar, melainkan melalui tindakan nyata: memperlakukan sesama dengan cinta kasih, menghadirkan pengampunan, dan tetap memilih mengasihi bahkan ketika tidak mudah. Sukacita yang sama juga bergema di 17 stasi Paroki yang pada 4 April 2026 turut merayakan Paskah—menjadi tanda bahwa Gereja sungguh hidup, bertumbuh, dan berdenyut dalam kebersamaan umat di setiap penjuru. 💛

Akhirnya, homili ini juga mengajak kita untuk mengosongkan “kubur-kubur” dendam dalam hati. Ketika Kristus yang bangkit tinggal dalam diri kita, tidak ada lagi ruang bagi amarah untuk berakar. Dari hati yang dipenuhi damai inilah, kebangkitan itu terus dihidupi—menjadikan setiap stasi, setiap keluarga, dan setiap pribadi sebagai saksi kasih yang hidup di tengah dunia. 🕊️

Kasih Kristus Mendorong Kita

TERBARU

LIVE STREAMING
DUKUNGAN UNTUK PENGELOLAAN SITUS PAROKI
SCAN ME
logo-komsos-baru.png

JADWAL PELAYANAN & KEGIATAN