Search

Dualisme

Loading

Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.

Luk 12:1

Injil hari ini (Luk 12:1-7), Yesus memperingatkan para murid-Nya terhadap ragi orang Farisi, yaitu kemunafikan. Mengapa Yesus menggunakan gambaran ragi? Karena sedikit ragi dapat mengembangkan seluruh adonan. Demikian pula, kemunafikan yang tampaknya kecil dapat perlahan-lahan merasuki seluruh kehidupan seseorang.

Kemunafikan terjadi ketika apa yang kita tampilkan di luar berbeda dari apa yang kita pelihara di dalam. Kita terlihat saleh, tetapi hati kita dipenuhi kesombongan. Kita berbicara tentang kejujuran, tetapi diam-diam memanipulasi keadaan demi keuntungan sendiri. Kita mengajarkan kasih, tetapi memperlakukan orang yang berbeda pendapat dengan kebencian.

Yang berbahaya, semakin lama kita berpura-pura, semakin mudah kita mempercayai kepura-puraan kita sendiri. Kita tidak lagi berusaha menjadi orang baik, tetapi hanya berusaha terlihat baik. Karena itu, Yesus berkata bahwa tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka, dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.

Sabda ini bukan sekadar ancaman bahwa suatu hari kesalahan kita akan terbongkar. Lebih dalam daripada itu, Yesus mengingatkan bahwa di hadapan Allah, kita tidak dapat menggantikan kebenaran dengan penampilan. Manusia mungkin hanya melihat apa yang kita tunjukkan, tetapi Allah mengenal hati, motivasi, dan pilihan-pilihan kita yang tersembunyi.

Ini menjadi peringatan bagi kita semua, terutama mereka yang melayani dalam Gereja. Pengetahuan agama, jabatan, dan pengalaman rohani seharusnya membuat kita semakin rendah hati, bukan merasa lebih tinggi. Pelayanan sejati membuka jalan bagi orang lain untuk bertemu dengan Tuhan, bukan membuat mereka menjauh dari-Nya.

Hari ini kita undangan untuk hidup secara utuh: menjadi orang yang sama ketika berada di gereja maupun di rumah, ketika dilihat orang maupun ketika tidak seorang pun memperhatikan kita.

Sebab,

Kekudusan bukanlah kemampuan mempertahankan citra yang sempurna,

melainkan keberanian untuk hidup dalam kebenaran dan terus-menerus bertobat.

Kasih Kristus Mendorong Kita

JADWAL PELAYANAN & KEGIATAN