Search

Kemunafikan

Loading

Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka

Luk 11:47

Dalam Injil hari ini (Luk 11:47-54), Yesus mengecam para ahli Taurat yang membangun makam bagi para nabi. Mereka tampak menghormati para nabi yang dibunuh oleh nenek moyang mereka. Namun, ironinya, mereka sendiri menolak kebenaran yang sedang disampaikan Yesus.

Persoalannya bukan membangun makam atau menghormati para nabi, melainkan menghormati kebenaran di masa lalu, tetapi menolaknya ketika kebenaran itu menuntut perubahan dalam hidup.

Bukankah kita juga sering demikian? Kita mengagumi para santo-santa karena keberanian dan kesetiaan mereka, tetapi kita sendiri takut membela kebenaran ketika hal itu merugikan kepentingan kita. Kita senang mendengarkan Sabda yang menghibur, tetapi tidak nyaman ketika Sabda itu menegur.

Yesus juga menegur para ahli Taurat karena mereka mengambil kunci pengetahuan, tetapi tidak masuk sendiri dan malah menghalangi orang lain untuk masuk. Mereka seharusnya menuntun orang kepada Allah, tetapi justru menjadi penghalang.

Ini menjadi peringatan bagi kita semua, terutama mereka yang melayani dalam Gereja. Pengetahuan agama, jabatan, dan pengalaman rohani seharusnya membuat kita semakin rendah hati, bukan merasa lebih tinggi. Pelayanan sejati membuka jalan bagi orang lain untuk bertemu dengan Tuhan, bukan membuat mereka menjauh dari-Nya.

Hari ini marilah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah kita sungguh mencari kebenaran, atau hanya mencari pembenaran? Iman yang dewasa bukan berarti kita tidak pernah salah. Iman yang dewasa berarti kita berani mengakui kesalahan dan membiarkan Sabda Allah memperbarui hidup kita. Jangan hanya mengagumi para nabi dan orang kudus.

Milikilah keberanian untuk hidup dalam kebenaran yang mereka wartakan.

Sebab, mengenal kebenaran belum cukup; kita dipanggil untuk menghidupinya.

Kasih Kristus Mendorong Kita

JADWAL PELAYANAN & KEGIATAN