![]()
Dalam Injil hari ini, Matius 12:1-8, Yesus menanggapi teguran orang-orang Farisi yang mempersalahkan para murid karena memetik bulir gandum pada hari Sabat. Melalui peristiwa ini, Yesus menegaskan bahwa belas kasih lebih utama daripada sekadar menjalankan aturan. Sabda Yesus, “Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan,” mengingatkan bahwa Tuhan menghendaki hati yang penuh kasih, bukan hanya ketaatan yang bersifat lahiriah.
Dalam renungan hari ini disampaikan bahwa iman tidak hanya diukur dari seberapa sering seseorang beribadah, tetapi juga dari kesediaan untuk mengasihi, peduli, dan menunjukkan belas kasih kepada sesama. Perayaan Ekaristi tidak menjadi tujuan akhir, melainkan menjadi awal perutusan bagi setiap umat untuk menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat.
Selain itu, umat diajak untuk lebih mengutamakan belas kasih daripada menghakimi. Sikap peka terhadap kebutuhan, luka, dan pergumulan sesama menjadi wujud nyata penghayatan iman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kehadiran setiap orang dapat menjadi tanda kasih Tuhan bagi sesama.
Melalui renungan harian ini, diharapkan umat semakin bertumbuh dalam iman, memiliki hati yang penuh belas kasih, serta mampu mewujudkan kasih Kristus melalui perkataan, sikap, dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.