Search

Hari Sabtu Paskah VI | 16 Mei 2026

Loading

Mintalah, maka kamu akan menerimanya, supaya kegembiraanmu menjadi sempurna ~ Yoh 16:24

Dalam Injil hari ini (Yoh 16:23b-28) Yesus berkata: “Mintalah, maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.” Kalimat ini paling disukai banyak orang. Tetapi kadang juga paling disalahmengerti. Karena banyak orang akhirnya mengira doa itu seperti belanja online rohani: tinggal klik permintaan, lalu Tuhan wajib kirim hasilnya.

Padahal Yesus tidak pernah mengajarkan bahwa Tuhan adalah mesin pengabul keinginan manusia. Doa bukan alat untuk memaksa Tuhan mengikuti kemauan kita. Doa adalah jalan supaya hati kita belajar mengikuti kehendak Tuhan. Masalahnya, kita sering lebih suka Tuhan yang menuruti keinginan kita daripada Tuhan yang membentuk hidup kita.

Kita minta hidup lancar, Tuhan justru memberi kedewasaan lewat perjuangan. Kita minta masalah cepat selesai, Tuhan justru mengajar kita bertumbuh di tengah masalah. Karena Tuhan melihat lebih jauh daripada yang kita lihat.

Yesus hari ini berbicara tentang hubungan yang dekat dengan Bapa. Ia berkata bahwa Bapa sendiri mengasihi kita. Banyak orang diam-diam hidup dengan gambaran Tuhan yang menakutkan: seolah Tuhan hanya sibuk menghukum, mencari kesalahan, menunggu manusia jatuh. Akibatnya iman berubah jadi ketakutan. Orang berdoa bukan karena cinta, tetapi karena panik. Datang ke gereja bukan karena rindu Tuhan, tetapi takut sial.

Padahal Yesus datang untuk menunjukkan wajah Allah yang berbeda: Allah yang mengasihi. Dan kasih itu bukan kasih yang memanjakan, tetapi kasih yang mendewasakan. Kasih Tuhan kadang terasa lembut. Tetapi kadang juga terasa seperti pisau bedah yang membongkar kesombongan, ego, dan kepalsuan kita. Karena Tuhan lebih peduli keselamatan jiwa kita daripada kenyamanan sementara kita.

Maka hari ini Yesus mengajak kita bukan sekadar rajin meminta dalam doa, tetapi belajar tinggal dalam kasih Bapa. Sebab sukacita sejati bukan ketika semua keinginan terpenuhi, melainkan ketika hati kita akhirnya menemukan rumahnya di dalam Tuhan.

Karena mukjizat terbesar bukan roti yang bertambah, tetapi hati yang berubah, dari yang tertutup menjadi terbuka, dari yang takut memberi menjadi murah hati.

Kasih Kristus Mendorong Kita

JADWAL PELAYANAN & KEGIATAN

TERBARU

LIVE STREAMING
DUKUNGAN UNTUK PENGELOLAAN SITUS PAROKI
SCAN ME
logo-komsos-baru.png