Search

Hari Sabtu Paskah VII | 17 Mei 2026

Loading

Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke 60

Kita hidup di zaman yang luar biasa: semua orang bisa terhubung dengan siapa saja, kapan saja. Sekarang tidak perlu lagi menunggu surat, cukup satu klik pesan sampai. Kita hidup di era komunikasi tanpa batas. Tetapi ada satu pertanyaan: mengapa semakin terhubung, manusia justru semakin terasing? Karena ternyata komunikasi tidak sama dengan persatuan.

Orang bisa bicara setiap hari, tetapi tidak pernah sungguh hadir. Bisa punya banyak “teman”, tetapi tidak punya tempat untuk benar-benar dikenal. Dan di tengah dunia seperti ini, Injil hari ini menampilkan Yesus yang berdoa, Ia berbicara kepada Bapa. Dan dari doa itu kita melihat satu hal penting: komunikasi yang sejati selalu lahir dari relasi yang dalam.

Yesus tidak sekadar “menyampaikan pesan”. Ia hidup dalam hubungan yang nyata dengan Bapa. Ia berkata: “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau.” Perhatikan: mengenal, bukan sekadar tahu, bukan sekadar dengar, tetapi mengenal secara pribadi.

Masalah besar dunia komunikasi hari ini bukan kekurangan informasi, tetapi kekurangan kedalaman. Orang tahu banyak hal, tetapi tidak mengenal siapa pun secara sungguh. Orang cepat berkomentar, tetapi lambat untuk mengerti. Bahkan dalam hidup beriman, kita bisa tahu banyak tentang Tuhan tetapi tidak sungguh mengenal Tuhan.

Hari ini Yesus menunjukkan bahwa komunikasi sejati selalu mengarah pada kesatuan. Ia berdoa supaya para murid menjadi satu. Karena dunia hari ini justru penuh perpecahan. Media sosial yang seharusnya menghubungkan, sering malah memecah. Orang mudah tersinggung dan menghakimi. Sedikit beda pendapat, langsung jadi musuh. Sedikit salah kata, langsung dihancurkan.

Maka sebagai orang beriman, kita dipanggil untuk menjadi saksi. Saksi yang menghadirkan kejujuran di tengah kepalsuan. Saksi yang membawa damai di tengah kebencian. Saksi yang tetap berbicara dengan kasih, bahkan ketika berbeda. Dan itu tidak mudah, karena dibutuhkan hati yang terhubung dengan Tuhan. Sebab tanpa kedalaman doa, komunikasi kita akan dangkal. 

Tanpa relasi dengan Tuhan, kata-kata kita akan kosong.

Kasih Kristus Mendorong Kita

JADWAL PELAYANAN & KEGIATAN

TERBARU

LIVE STREAMING
DUKUNGAN UNTUK PENGELOLAAN SITUS PAROKI
SCAN ME
logo-komsos-baru.png