![]()
PEKANBARU – Dalam upaya mempererat tali persaudaraan antar stasi dan memperdalam pemahaman umat tentang liturgi, sebuah acara lomba Renungan dan Cerdas Cermat Orang Tua sukses digelar di Ruang Conforti, Paroki Santo Paulus, Pekanbaru pada Sabtu (27/06/2026). Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini berlangsung penuh sukacita dan semangat kekeluargaan.
Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Bidang Liturgi, Suster Sesillia Situmorang, KSFL, bersama Seksi Liturgi Wilayah Stasi, Ibu Ernawati Tarigan.
Sebanyak enam stasi turut ambil bagian dalam perlombaan ini, yaitu:
- Stasi Santo Pilipus Arengka Ujung
- Stasi Malaikat Agung Santo Gabriel Karya Indah
- Stasi Santa Lucia Rumbai
- Stasi Santa Elisabeth Muara Fajar
- Stasi Santa Agnes Muara Beringin
- Stasi Santo Yohanes Don Bosco Rajawali
"Mengutamakan Persaudaraan, Bukan Sekadar Kompetisi"
Acara dibuka dengan hangat oleh Pastor Edgar. Dalam kata sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dan menekankan bahwa acara ini bukanlah sekadar ajang kompetisi antar stasi, melainkan wadah untuk saling mendukung dalam iman.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ibu Ernawati Tarigan yang menyatakan bahwa selain mempererat persaudaraan, acara ini menjadi momen penting untuk mendalami tata cara liturgi. Sementara itu, Suster Sesillia dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukurnya karena acara ini mampu mempertemukan kembali umat dari berbagai stasi dalam satu suka cita.
Jalannya Perlombaan : Menguji Pengetahuan dan Cara Mewartakan
Setelah perkenalan peserta, panitia, dan dewan juri, acara dilanjutkan dengan sesi perlombaan:
1. Lomba Mewartakan Renungan Peserta maju berdasarkan nomor undian. Penilaian mencakup banyak aspek komprehensif, mulai dari sikap teguh, cara menyajikan, materi renungan, penampilan, cara berdiri, pakaian, intonasi, hingga efektivitas komunikasi (pesan dan gaya bahasa).
2. Lomba Cerdas Cermat Liturgi Perwakilan regu dari stasi mengambil undian (Regu A hingga F). Setiap regu diberikan soal wajib, yang kemudian disusul dengan sesi soal rebutan yang berlangsung antusias.
Berdasarkan penilaian dari dewan juri yang terdiri dari Bapak Sebastianus Happy, Bapak Daryanto, dan Suster Sesillia Situmorang, KSFL, berikut adalah hasil perlombaan:
Pemenang Lomba Mewartakan Renungan:
- Delvina Saing (Santo Yohanes Don Bosco Rajawali)
- Japail Surbakti (Santa Lucia Rumbai)
- Askarman Lature (Santa Elisabeth Muara Fajar)
- Stefanus Sembiring (Santa Agnes Muara Beringin)
- Antonius Simatupang (Malaikat Agung Santo Gabriel Karya Indah)
- Ngena Purba (Santo Pilipus Arengka Ujung)






Pemenang Lomba Cerdas Cermat Liturgi:
- Stasi Santa Lucia Rumbai
- Stasi Santo Yohanes Don Bosco Rajawali
- Stasi Santa Elisabeth Muara Fajar
- Stasi Santo Pilipus Arengka Ujung
- Stasi Malaikat Agung Santo Gabriel Karya Indah
- Stasi Santa Agnes Muara Beringin






Evaluasi Juri dan Pesan Mendalam untuk Umat
Dewan juri memberikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh peserta lomba renungan. Mereka menilai seluruh peserta telah berhasil mewartakan kabar gembira dengan cara penyampaian dan perarakan yang unik.
Namun, juri juga memberikan catatan penting untuk edukasi umat:
“Sebagai kaum awam, kita harus bisa membedakan antara khotbah, homili, dan renungan. Kaum awam kapasitasnya adalah menyampaikan renungan. Kita juga harus berhati-hati dalam mengambil dasar atau ayat yang terkesan ‘keras’, dan harus meluruskannya agar umat yang mendengar tidak salah paham.”
Juri juga menyarankan agar pelatihan-pelatihan serupa lebih sering diadakan di masa mendatang.
Pesan inspiratif dari Bapak Teguh Jatmiko selaku Koordinator Bidang Kerygma Santo Paulus. Beliau berterima kasih atas usaha keras para peserta dalam menambah pengetahuan iman.
“Jika tidak tahu, bertanyalah. Jika kita tidak pernah bertanya tentang iman kita, maka iman itulah yang justru harus dipertanyakan,” pesan Pak Teguh, memotivasi umat untuk terus memperkaya iman.
Dari pihak peserta, perwakilan Stasi Rajawali (Lomba Renungan) menyampaikan rasa terima kasihnya karena acara ini membantu umat menggali liturgi sambil menghayati Sabda Allah.
Sementara itu, perwakilan Stasi Rumbai (Cerdas Cermat) mengaku bersyukur karena lomba ini “memaksa” mereka untuk belajar lebih dalam tentang liturgi sekaligus menjalin persaudaraan yang erat antar umat.
Dok. dan Liputan: Michael ~ Tim Website