![]()
Dalam doa-Nya, Yesus memahami rencana dan kehendak Allah. Dengan kata lain, Ia mengetahui isi hati Bapa-Nya. Ia tidak hanya menyadari rencana Allah, tetapi juga berusaha mewujudkannya dalam hidup-Nya sendiri dan bersama para murid-Nya. Demikian disampaikan dalam homili Pastor Edgar Ruiz Leon SX dalam Misa Hari Komunikasi Sosial Sedunia 2025 di Gereja Paroki Santo Paulus Pekanbaru.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali merasa bingung karena tidak memahami isi hati kita sendiri, apalagi hati Tuhan. Namun, kita diajak untuk membangun relasi yang lebih dalam dengan Allah melalui doa. Hanya dengan kedekatan ini, kita dapat menjadi pribadi yang semakin peka terhadap kehendak-Nya.
Santo Stefanus, dalam bacaan pertama hari ini
(Kis 7:55–60), memberikan teladan luar biasa. Dalam penderitaan dan penganiayaan, ia tetap mampu merasakan kehadiran Tuhan. Dengan iman yang teguh, ia menjadi saksi Kristus yang tidak tergoyahkan. Ia menjadi alat komunikasi kasih: tidak membalas dengan kata-kata kasar, tidak menyimpan kebencian, dan bahkan mendoakan mereka yang menyerangnya. Ia tidak melihat mereka sebagai musuh, melainkan sebagai saudara.
Sikap Santo Stefanus ini menjadi cermin dan panggilan bagi kita: ketika menghadapi perlakuan yang menyakitkan dari sesama, mampukah kita tetap menjadi saluran damai dan pengampunan?
Memperingati Hari Komunikasi Sosial Sedunia, kita semua diajak meneladani Yesus dan Santo Stefanus: menjadi alat komunikasi yang mempersatukan, bukan memecah-belah. Komunikasi yang dilandasi oleh kejujuran, keterbukaan, dan kasih akan menciptakan relasi yang tulus, bukan hubungan yang saling memperalat atau untuk kepentingan pribadi.
Dalam Misa ini, Paroki Santo Paulus juga mengukuhkan para petugas dirigen dan pemazmur yang dikoordinasikan oleh Seksi Liturgi.
Seluruh petugas liturgi pada Misa Hari Komunikasi Sosial Sedunia, yang dilaksanakan pada 1 Juni 2025 pukul 08.00 WIB, adalah anggota Seksi Komunikasi Sosial Paroki Santo Paulus.