![]()
“Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: ‘Tuhan, tolonglah aku!'”
Mat 14:30
Setiap orang pasti pernah mengalami badai dalam hidup. Ada badai dalam keluarga, pekerjaan, kesehatan, ekonomi, bahkan dalam iman. Dan biasanya kita bertanya, “Tuhan, mengapa Engkau membiarkan semua ini terjadi?” Injil hari ini memberi jawaban yang sangat indah: Yesus tidak selalu menghilangkan badai, tetapi Ia hadir di tengah badai.
Para murid sedang berada di tengah danau. Angin kencang, ombak besar, perahu mereka diguncang. Lalu Yesus datang berjalan di atas air dan berkata, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Perhatikan: Yesus tidak berkata, “Tidak akan ada badai.” Ia berkata, “Aku ini.” Artinya, yang paling kita butuhkan dalam badai bukan selalu perubahan keadaan, tetapi keyakinan bahwa Tuhan tetap hadir.
Kemudian Petrus berkata, “Tuhan, kalau benar Engkau, suruhlah aku datang kepada-Mu.” Yesus menjawab, “Datanglah.” Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air. Tetapi ketika ia mulai memperhatikan angin dan ombak, ia menjadi takut dan mulai tenggelam.
Bukankah sering kali kita seperti Petrus? Selama mata kita tertuju kepada Tuhan, kita masih memiliki keberanian. Tetapi ketika kita terlalu lama memandang masalah, ketakutan mulai menguasai kita.
Karena itu, ketika Petrus mulai tenggelam, ia hanya berseru, “Tuhan, tolonglah aku!” Dan Injil mengatakan: “Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya.” Petrus tidak perlu menjadi kuat terlebih dahulu supaya Yesus menolongnya. Ia hanya perlu mengulurkan tangannya kepada Tuhan.
Mungkin hari ini ada di antara kita yang sedang merasa tenggelam. Tenggelam dalam masalah keluarga, kecemasan, sakit, kesepian, atau pergumulan hidup.