![]()
Sekolah Luar Biasa (SLB) Santa Lucia Pekanbaru resmi memperoleh izin operasional dari Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Keputusan pendirian satuan pendidikan khusus yang diselenggarakan oleh masyarakat tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 500.16.7.2/DPMPTSP/IZIN Diksus/2026/02 bagi Yayasan Kasih Santa Lucia yang beralamat di Jalan Umbansari Atas No. 8, Kelurahan Umbansari, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.
Rangkaian acara syukur 7 September 2026 ini diawali dengan kedatangan Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX beserta rombongan di Biara KSFL Santa Lucia pada pukul 09.30 WIB.
Kehadiran Bapa Uskup disambut hangat melalui penampilan tarian oleh anak-anak SLB Santa Lucia.
Sebelum perayaan liturgi dimulai, dilangsungkan seremoni pembukaan selubung papan nama SLB Santa Lucia di depan pintu masuk. Dengan disaksikan para tamu undangan, Mgr. Vitus menarik tali selubung yang menutupi papan nama sekolah di bagian atas pintu masuk sebagai tanda peresmian simbolis gedung sarana pendidikan tersebut.
Acara kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi Syukur atas terbitnya izin operasional serta peresmian Komunitas Pemerhati Kasih Santa Lucia (Santa Lucia Lovers). Misa dipersembahkan oleh Uskup Keuskupan Padang, Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX, dengan para konselebran: Pastor Harold Harianja, OFMCap (Moderator KSFL), Pastor Otto Procesus Hasugian, Pr (Pastor Paroki Santa Maria A Fatima Pekanbaru), Pastor Alexius Sudarmanto, Pr (Pastor Rekan Santa Maria A Fatima), Pastor Edgar Ruiz Leon, SX (Pastor Paroki Santo Paulus Labuh Baru), serta Pastor Yakobus I Made Suardana, SX (Pastor Rekan Santo Paulus).
Turut hadir memberi dukungan Pemimpin Umum Kongregasi Suster Fransiskan Santa Lusia (KSFL) saat ini yaitu Sr. Oktaviana Sinaga, KSFL, Komandan Korem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han., para suster kongregasi KSFL, beberapa donatur, para pendidik / kakak pendamping, orang tua murid, dan umat beriman.
Pada pembukaan Misa, Mgr. Vitus Rubianto Solichin mengajak seluruh umat mensyukuri berkat izin operasional SLB Santa Lucia sekaligus lahirnya komunitas pemerhati karya kongregasi. Melalui izin resmi ini, para pendidik di bawah naungan Yayasan Kasih Santa Lucia diharapkan semakin memantapkan karya pelayanannya seturut visi dan misi yayasan.
Dalam homilinya, Bapa Uskup menegaskan bahwa karisma bukanlah milik pribadi atau kelompok tertentu untuk memisahkan diri, melainkan dorongan Roh Kudus untuk mempersatukan. Mgr. Vitus menyambut baik inisiatif para Suster KSFL yang membagikan karisma kongregasi kepada masyarakat awam melalui komunitas pendukung karya. Karisma yang dihayati secara terbuka diyakini mampu melintasi batas-batas paroki maupun perbedaan kelompok.
Mgr. Vitus turut mengenang perjumpaan awal pada 31 Oktober 2021 di lokasi biara dan sekolah di Rumbai. Kala itu, pertemuan bersama para pimpinan kongregasi masih berlangsung di sebuah bedeng papan sederhana beralaskan kertas rencana proyek. Kini, di atas lahan tersebut telah berdiri sarana pelayanan yang representatif dan megah, yang menurutnya adalah bukti nyata karya penyelenggaraan ilahi yang menggerakkan banyak pihak.
Secara khusus, Bapa Uskup menyoroti cara pandang terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Pendekatan yang digunakan hendaknya bukan disability (ketidakmampuan), melainkan diffable (different abilities—kemampuan yang berbeda). Mgr. Vitus mengapresiasi kesabaran para suster dan tenaga pendidik yang tekun mendalami bakat serta keistimewaan anak-anak asuh, sembari mengajak umat untuk terus merangkul dan mendukung pelayanan kasih ini tanpa sekat.
Dokumentasi-
- Foto : Agung, Kuang
- Video| Firsty