Search

Penerimaan Sakramen Krisma dan Pelantikan Pengurus 2026

Loading

Rangkaian kunjungan pastoral Mgr. Vitus Rubinato Solichin, SX, Uskup Padang, ke Paroki Santo Paulus Pekanbaru dimulai pada Sabtu, 5 September 2026, di Stasi St. Agnes Muara Beringin.

Dalam kunjungan tersebut, Mgr. Vitus didampingi oleh para pastor mempersembahkan Perayaan Ekaristi sekaligus menerimakan Sakramen Krisma kepada umat dari stasi-stasi di Wilayah II.

Perayaan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk meneguhkan iman dan semakin menyadari panggilan sebagai orang-orang yang telah menerima Roh Kudus. Selain penerimaan Sakramen Krisma, kunjungan tersebut juga diwarnai dengan penggalangan dana untuk pembangunan Gedung Gereja Stasi St. Agnes Muara Beringin, yang saat ini masih dalam proses penyelesaian.

Menjadi Saksi dan Penjaga

Keesokan harinya, Minggu, 6 September 2026, Mgr. Vitus mempersembahkan dua Perayaan Ekaristi di Paroki Santo Paulus Pekanbaru.

Perayaan Ekaristi pertama pada pukul 08.00 WIB dirayakan dalam rangka Penerimaan Sakramen Krisma. Dalam homilinya, Mgr. Vitus menjelaskan bahwa Sakramen Krisma bukan soal harga diri ataupun status, melainkan tentang kedewasaan Kristiani.

Sesudah menerima pengurapan, para penerima Sakramen Krisma dipanggil untuk menjadi saksi Kristus. Menjadi saksi berarti juga menjadi nabi, yaitu berani berbicara atas nama Tuhan dan menyuarakan kebenaran.

Dalam bacaan Injil, disampaikan tentang panggilan untuk menjadi penjaga. Mgr. Vitus mengajak umat untuk memahami bahwa sebagai orang beriman, kita dipanggil menjadi penjaga Gereja, sesama, dan saudara-saudari kita.

Menjadi penjaga berarti bertanggung jawab dan terlibat dalam apa yang kita imani serta berani menjadi saksi iman. Menjaga juga berarti merangkul, mengampuni, dan menemani, terutama ketika seseorang sedang berjuang untuk melakukan yang benar di tengah situasi yang tidak benar.

Mengacu pada bacaan pertama, Mgr. Vitus menjelaskan bahwa apabila kita mengetahui seseorang melakukan kesalahan tetapi tidak mengingatkannya, kesalahan orang tersebut tetap menjadi tanggung jawabnya. Namun, kita juga memiliki tanggung jawab karena mengetahui kebenaran tetapi tidak menyampaikannya. Sebaliknya, jika orang tersebut telah diingatkan tetapi tetap memilih melakukan kesalahan, maka tanggung jawab atas dosa tersebut tetap berada pada dirinya.

Karena itu, Gereja adalah tanggung jawab kita bersama. Kesadaran akan tanggung jawab tersebut mengajak umat untuk tidak menjadi oportunis, tetapi sungguh-sungguh terlibat dan mengambil bagian dalam kehidupan Gereja.

Pelantikan Dewan Pastoral, Dewan Keuangan, dan P3K

Pada Perayaan Ekaristi pukul 17.00 WIB, Mgr. Vitus kembali mempersembahkan Perayaan Ekaristi yang dilanjutkan dengan Pelantikan Dewan Pastoral Paroki dan Dewan Keuangan Paroki periode 2026–2029, serta Pelantikan P3K (Petugas Pembantu Pembagi Komuni Kudus).

Dalam homilinya, Mgr. Vitus antara lain berbicara mengenai ekskomunikasi dan Sakramen Rekonsiliasi. Ia menjelaskan bahwa dalam pengakuan dosa, seorang imam dapat menyatakan bahwa dosa seseorang telah diampuni. Namun, dalam kondisi tertentu, imam juga dapat menyatakan bahwa dosa tersebut belum dapat diampuni.

Penjelasan tersebut mengingatkan umat bahwa Sakramen Rekonsiliasi berkaitan erat dengan pertobatan dan kesungguhan seseorang untuk kembali kepada Tuhan.

Dalam seluruh rangkaian kunjungan pastoral ini, Mgr. Vitus didampingi oleh P. Edgar Ruiz Leon, SX, Pastor Paroki Santo Paulus, dan P. Yakobus I Made Suardana, SX, Pastor Rekan Paroki.

Kasih Kristus Mendorong Kita

JADWAL PELAYANAN & KEGIATAN

TERBARU

LIVE STREAMING
DUKUNGAN UNTUK PENGELOLAAN SITUS PAROKI
SCAN ME
logo-komsos-baru.png