![]()
“Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.?”
Markus 12:34
Dalam Injil hari ini ( Mrk 12:38-44) Yesus memperlihatkan dua gambaran yang sangat berbeda. Pertama, para ahli Taurat yang suka tampil di depan umum, senang dihormati, dan mencari tempat terhormat. Kedua, seorang janda miskin yang datang diam-diam dan memasukkan dua keping uang kecil ke dalam peti persembahan. Dan Yesus berkata bahwa janda itu memberi lebih banyak daripada semua orang lain.
Para ahli Taurat terlihat hebat di mata manusia. Mereka dihormati, dipuji, dan dianggap rohani. Tetapi Yesus melihat sesuatu yang lain: hati yang mencari pujian dan kehormatan. Sementara janda itu hampir tidak diperhatikan siapa pun. Persembahannya kecil, bahkan nyaris tidak berarti menurut ukuran dunia. Tetapi di mata Tuhan, persembahan itu sangat besar.
Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak terutama menilai seberapa besar yang kita berikan, melainkan seberapa besar kasih dan kepercayaan yang ada di balik pemberian itu. Kita bisa memberi banyak tetapi hati kita tetap tertutup. Kita juga bisa memberi sedikit tetapi dengan cinta dan iman yang mendalam.
Yesus menekankan satu hal: orang-orang kaya memberi dari kelimpahan mereka, sedangkan janda itu memberi dari kekurangannya. Ia memberikan hampir seluruh nafkahnya. Ini bukan sekadar soal uang, tetapi penyerahan diri. Janda itu menunjukkan bahwa ia lebih percaya kepada Tuhan daripada kepada apa yang dimilikinya.
Yesus tidak mengagumi persembahan yang paling besar, tetapi hati yang paling tulus. Janda miskin itu mengajarkan bahwa iman sejati bukan soal tampil hebat, melainkan berani mempercayakan diri kepada Tuhan.