Search

Mat 5:17 | 10 Juni 2026

Loading

“Aku datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi, melainkan untuk menggenapinya.”

Mat 5″17

Dalam Injil hari ini, Yesus berkata, “Aku datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya.” Sabda ini mengingatkan kita bahwa Yesus tidak menghapus perintah-perintah Allah. Ia justru menunjukkan makna terdalam dari semua perintah itu, yaitu kasih.

Sering kali kita menjalankan iman hanya sebagai kewajiban. Kita ke gereja karena takut berdosa, berdoa karena merasa harus, atau berbuat baik supaya dipuji orang. Akibatnya, iman menjadi rutinitas yang kering dan kehilangan sukacita.

Yesus mengajak kita melangkah lebih jauh. Menjadi murid Kristus bukan sekadar menaati aturan dari luar, tetapi membiarkan kasih Allah mengubah hati kita. Tidak cukup hanya tidak berbuat jahat, tetapi juga belajar mengampuni. Tidak cukup hanya datang ke Misa, tetapi juga menghadirkan kasih Kristus di rumah, di tempat kerja, dan dalam kehidupan sehari-hari.

Kita sering bertanya, “Apa batas minimal supaya saya tidak berdosa?” Tetapi kasih tidak pernah mencari batas minimal. Orang yang sungguh mencintai selalu ingin memberikan yang terbaik. Jika kita sungguh mengasihi Tuhan, pertanyaan kita bukan lagi, “Apa yang wajib saya lakukan?” melainkan, “Tuhan, apa yang dapat kulakukan untuk semakin mengasihi-Mu?”

Yesus juga mengingatkan bahwa kesetiaan dalam hal-hal kecil sangat berharga di hadapan Allah. Kejujuran, kesabaran, kesediaan mengampuni, menjaga perkataan, dan perhatian kepada sesama mungkin tampak sederhana, tetapi justru di sanalah kekudusan dibangun.

Kita diajak tidak hanya menjadi orang yang mengetahui perintah Tuhan, tetapi juga melaksanakannya dengan hati yang dipenuhi kasih. 

Sebab ukuran hidup beriman bukanlah seberapa banyak aturan yang kita hafal, melainkan seberapa besar kasih yang kita hidupi setiap hari.

Kasih Kristus Mendorong Kita

JADWAL PELAYANAN & KEGIATAN

TERBARU

LIVE STREAMING
DUKUNGAN UNTUK PENGELOLAAN SITUS PAROKI
SCAN ME
logo-komsos-baru.png