Search

Retret Tahunan FCJM: Memperdalam Panggilan sebagai Misioner Pembawa Pengharapan dan Perdamaian

Loading

Senin, 22 Juni 2026 menjadi awal pelaksanaan retret tahunan bagi para Suster FCJM yang berkarya di wilayah Riau. Retret tahun ini diselenggarakan secara khusus di Bukittinggi atas permohonan para suster FCJM di Riau agar pelaksanaannya tidak lagi digabungkan dengan retret di Pematangsiantar mengingat jarak yang cukup jauh. Permohonan tersebut mendapat persetujuan dari Pemimpin Provinsial.

Retret diikuti oleh enam peserta, terdiri atas dua suster dari Komunitas FCJM Pekanbaru, dua suster dari Komunitas FCJM Kerinci, dan dua suster dari Komunitas FCJM Air Molek. Kegiatan berlangsung di Biara Suster OSF St. Fransiskus, Jalan Sudirman No. 67, Bukittinggi, dan dibimbing oleh Pastor Paroki St. Petrus Claver Bukittinggi, RP Manuel Sanchez Gutierez, SX.

Tema retret tahun ini adalah “Religious Sebagai Missioner yang Bertransformasi Berjalan Bersama Membawa Pengharapan dan Perdamaian: Mendengarkan, Meneguhkan, Mewartakan.”

Dalam pendalaman materi, peserta diajak merefleksikan panggilan sebagai murid Kristus melalui kisah Bartimeus dalam Markus 10. Bartimeus digambarkan sebagai pribadi yang memiliki kerinduan untuk berjumpa dengan Yesus dan memperoleh kesembuhan. Melalui seruannya, Yesus memandang dan mengasihaninya sehingga ia mengalami kesembuhan. Pengalaman kasih tersebut mengubah hidup Bartimeus hingga ia menjadi pengikut Yesus dan mewartakan kasih Allah yang telah dialaminya.

Peserta juga diajak mendalami teladan Bunda Maria sebagai model utama seorang misionaris. Maria, yang masih berusia muda ketika menerima kabar sukacita, meninggalkan rencana pribadinya untuk menerima tugas mengandung Yesus. Ia kemudian mengunjungi Elisabet sambil membawa Yesus yang dikandungnya. Salam yang disampaikannya menjadi ungkapan perhatian dan kasih kepada sesamanya.

Selain itu, refleksi juga diarahkan pada makna perutusan Kristus yang senantiasa menyertai para murid-Nya hingga akhir zaman. Teladan hidup Santo Fransiskus Xaverius dan Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus turut menjadi bagian dari pendalaman. Keduanya mempersembahkan hidup kepada Tuhan sebagai tanggapan atas kasih Allah. Santa Theresia menunjukkan kesetiaan melalui hal-hal sederhana, termasuk mempersembahkan penderitaannya kepada Tuhan. Dari teladan tersebut, peserta diajak untuk semakin dekat dengan Tuhan dan membangun kehidupan doa sebagai dasar panggilan misioner.

Pada hari terakhir retret, peserta mengikuti ziarah Yubileum 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus dari Assisi di Biara Suster OSF St. Fransiskus Assisi Bukittinggi, yang telah ditetapkan oleh Uskup Padang, Mgr. Vitus Rubianto, SX, sebagai salah satu tempat ziarah. Melalui ziarah tersebut, para peserta kembali diingatkan akan pentingnya kehidupan doa, saling mendoakan, membangun kasih persaudaraan, menyediakan waktu untuk berjumpa dengan Tuhan, serta memelihara persatuan dengan Kristus, terutama melalui Perayaan Ekaristi.

Sr. M. Miranda, FCJM

Kasih Kristus Mendorong Kita

JADWAL PELAYANAN & KEGIATAN

TERBARU

LIVE STREAMING
DUKUNGAN UNTUK PENGELOLAAN SITUS PAROKI
SCAN ME
logo-komsos-baru.png