Search

Minggu Biasa XIII | 2026

Loading

Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Mat 10:37

Dalam Injil hari ini (Mat 10:37-42), Yesus berkata, “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.” Yesus tidak mengajarkan agar kita mengurangi kasih kepada keluarga. Justru sebaliknya, Yesus mengajak kita menempatkan Tuhan di tempat pertama, sehingga kita mampu mengasihi keluarga dengan lebih tulus, lebih sabar, dan lebih setia.

Bacaan pertama memberikan contoh yang indah. Perempuan Sunem membuka pintu rumahnya bagi Nabi Elisa. Ia menyediakan sebuah kamar sederhana agar Elisa dapat beristirahat. Keramahtamahan kecil itu menjadi tanda bahwa ia memberi tempat bagi Tuhan. Dan Tuhan membalasnya dengan anugerah yang tidak pernah ia sangka: seorang anak. Pesannya jelas: ketika kita memberi tempat bagi Tuhan dalam hidup, rahmat Tuhan pun akan bekerja dalam diri kita.

Dalam bacaan kedua, Santo Paulus mengingatkan bahwa melalui baptisan kita dipanggil menjadi manusia baru. Artinya, setiap hari kita belajar meninggalkan egoisme, kebencian, dan dosa, lalu hidup dalam kasih, pengampunan, dan pelayanan.

Karena itu, ketika Yesus berkata, “Pikullah salibmu,” yang dimaksud bukanlah mencari penderitaan, melainkan tetap setia melakukan yang benar meskipun tidak selalu mudah: mengampuni ketika disakiti, dan tetap melayani meski tidak selalu dihargai.

Akhir dalam Injil Yesus berkata bahwa memberikan secangkir air kepada seorang yang kecil pun tidak akan kehilangan upahnya. Artinya, di hadapan Tuhan tidak ada kebaikan yang terlalu kecil. Senyuman, perhatian, doa, atau bantuan sederhana kepada sesama memiliki nilai yang besar jika dilakukan dengan kasih.

Marilah kita bertanya pada diri sendiri: Apakah Kristus sungguh menjadi yang utama dalam hidup saya? Jika jawabannya ya, maka hal itu akan tampak dalam cara kita mengasihi keluarga, melayani sesama.

 Semoga kita mampu menempatkan Kristus di tempat pertama, sehingga hidup kita menjadi berkat bagi keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Kasih Kristus Mendorong Kita

JADWAL PELAYANAN & KEGIATAN

TERBARU

LIVE STREAMING
DUKUNGAN UNTUK PENGELOLAAN SITUS PAROKI
SCAN ME
logo-komsos-baru.png