Search

Hari Senin Minggu Biasa XVI | 20 Juli 2026

Loading

Dalam Injil hari ini (Mat 12:38-42), orang-orang Farisi meminta Yesus menunjukkan suatu tanda. Mereka ingin mukjizat sebagai bukti bahwa Yesus benar-benar datang dari Allah. Sekilas permintaan itu tampak wajar. Tetapi Yesus tahu bahwa masalah mereka bukan kurangnya tanda, melainkan tertutupnya hati. Mereka sudah melihat orang sakit disembuhkan, orang buta melihat, dan banyak mukjizat lainnya. Namun hati mereka tetap tidak percaya.

Bukankah kita juga sering seperti itu? Kita berkata, “Tuhan, kalau Engkau mengabulkan doaku, aku akan lebih setia.” Seolah-olah iman kita bergantung pada mukjizat. Padahal, kalau hati kita tidak mau berubah, sebanyak apa pun tanda yang Tuhan berikan tidak akan pernah terasa cukup.

Karena itu Yesus berkata bahwa tanda terbesar bukanlah mukjizat, melainkan tanda Nabi Yunus: wafat dan kebangkitan-Nya. Di situlah Allah menunjukkan kasih-Nya yang paling besar. Salib dan kebangkitan adalah bukti bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.

Sering kali kita sibuk menunggu mukjizat besar, padahal setiap hari Tuhan sudah memberikan begitu banyak tanda kasih. Kita masih diberi napas kehidupan, keluarga yang mengasihi, kesempatan untuk bertobat, Sabda Tuhan yang meneguhkan, dan Ekaristi yang menguatkan. Semua itu adalah mukjizat yang sering luput dari rasa syukur kita.

Maka hari ini Yesus mengajak kita untuk tidak hanya mencari tanda, tetapi membuka hati. Sebab mukjizat terbesar bukanlah ketika keadaan hidup kita berubah, melainkan ketika hati kita berubah. Hati yang dulu penuh amarah menjadi mampu mengampuni. Hati yang egois menjadi rela berbagi. Hati yang jauh dari Tuhan kembali percaya dan mengasihi.

#katolikadgentes

MAt 12:39
Kasih Kristus Mendorong Kita

JADWAL PELAYANAN & KEGIATAN

MAt 12:39

TERBARU

LIVE STREAMING
DUKUNGAN UNTUK PENGELOLAAN SITUS PAROKI
SCAN ME
logo-komsos-baru.png