![]()
Di tengah dunia yang terus mendorong kita untuk bergerak cepat dan selalu produktif, umat Katolik Kring Santo Antonius diajak untuk sejenak berhenti… dan mendengarkan. Suasana itulah yang terasa dalam Perayaan Misa Syukur Hari Minggu Biasa XVI, yang dilangsungkan pada Sabtu, 19 Juli 2025, di Gereja Katolik Persiapan Stasi Garuda Sakti KM7. Misa dipimpin oleh Pastor Edgar Ruiz Leon, SX dan dihadiri oleh umat Lingkungan Santo Antonius—yang saat ini merupakan salah satu kring di Stasi St. Yohanes Don Bosco Rajawali—serta umat dari wilayah sekitarnya.
Dalam homilinya, Pastor Edgar menyoroti kisah Maria dan Marta dari Injil Lukas 10:38–42. Ia mengajak umat untuk merenung: sering kali kita sibuk seperti Marta, cemas akan banyak hal, tapi lupa duduk diam di hadapan Tuhan seperti Maria. “Kita terlibat dalam banyak aktivitas dan pelayanan, namun tak jarang mengabaikan ruang hening untuk mendengarkan suara-Nya. Padahal, justru dari situlah kekuatan hidup rohani kita bersumber,” ungkapnya penuh makna.
Misa yang berlangsung dalam keheningan dan kekhidmatan ini menjadi momen bagi umat untuk memilih ‘bagian terbaik’ — yakni keintiman dengan Tuhan, yang tak akan pernah diambil dari kita. Di akhir homili, Pastor Edgar menutup dengan pesan sederhana yang mengena:
“Dalam segala kesibukanmu, biarkan Tuhan tetap menjadi pusat. Dengarkan Dia lebih dahulu, sebelum kamu mulai bertindak.”
💬 Yuk, tuliskan di kolom komentar: bagaimana kamu menjaga waktu doa di tengah rutinitas harianmu?
📲 Simpan dan bagikan postingan ini kalau kamu tersentuh oleh kisah Maria dan Marta hari ini.
KomsosStPaulus