Search

Menjalani Usia Senja dalam Harapan: Ziarah Komunitas Simeon dan Hana Paroki Santo Paulus

Loading

“Yubileum yang kita rayakan sekarang membantu kita menyadari bahwa harapan adalah sumber sukacita yang tak tergoyahkan, berapa pun usia kita. Ketika harapan itu juga telah ditempa oleh api selama hidup yang panjang, harapan itu terbukti menjadi sumber kebahagiaan yang mendalam.

Kitab Suci memberi kita banyak contoh pria dan wanita yang dipanggil Tuhan di usia senja untuk berperan dalam rencana keselamatan-Nya. Kita dapat memikirkan Abraham dan Sarah, yang, di usia senja, merasa sulit untuk percaya ketika Tuhan menjanjikan mereka seorang anak. Ketidakpunyaan mereka tampaknya menghalangi mereka dari harapan apa pun untuk masa depan.

Reaksi Zakharia terhadap berita kelahiran Yohanes Pembaptis pun tak berbeda: ‘Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi? Aku telah tua dan istriku telah lanjut umurnya’ (Luk 1:18). Usia lanjut, kemandulan, dan penurunan fisik tampaknya menghalangi harapan untuk hidup dan kesuburan bagi pria dan wanita ini. Pertanyaan yang diajukan Nikodemus kepada Yesus ketika Sang Guru berbicara kepadanya tentang ‘dilahirkan kembali’ juga tampak murni retorika: ‘Bagaimana mungkin seseorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan kembali?’ (Yoh. 3:4). Namun, setiap kali kita berpikir bahwa segala sesuatu tidak dapat berubah, Tuhan mengejutkan kita dengan suatu tindakan kuasa penyelamatan.”

Dikutip dari press.vatican.va tanggal 26 Juni 2025, dalam pesan Paus Leo XIV untuk Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia

Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia tahun ini akan dirayakan pada hari Minggu, 27 Juli 2025, mengusung tema “Berbahagialah orang yang tidak kehilangan harapan” (Sirakh 14:2).

Peringatan ini bertepatan dengan Hari Raya St. Yoakim dan St. Anna, orang tua dari Santa Perawan Maria, yang dirayakan setiap tanggal 26 Juli. Mereka dihormati sebagai kakek dan nenek dari Yesus Kristus, dan menjadi figur sentral dalam perayaan yang dicanangkan oleh Paus Fransiskus sejak tahun 2021 ini.

Sabtu, 19 Juli 2025, Perkumpulan Adiyuswa Simeon dan Hana Paroki Santo Paulus—yang terdiri dari para kakek, nenek, dan lansia—mengadakan Ziarah Pengharapan Porta Sancta, sebagai bagian dari persiapan rohani menuju perayaan tersebut.

Dikoordinir oleh Seksi Keluarga Paroki, kegiatan ini menjadi momen pembaruan spiritual melalui pengampunan dosa, permenungan, serta perbuatan kasih. Sebanyak 64 peserta mengikuti ziarah ini.

Ziarah dimulai dari Taman Doa Gua Maria Nirmala Paroki Santo Paulus Pekanbaru, lalu dilanjutkan ke Gua Maria Ratu Para Beriman Paroki St. Maria a Fatima Pekanbaru, dan  kunjungan ke Danau Wisata Bandar Kayangan Lembah Sari (danau buatan di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru). Di sana, para peserta juga menyempatkan diri berlatih lagu untuk menyambut Hari Kakek Nenek dan Lansia pada 27 Juli mendatang. Rangkaian kegiatan  ditutup dengan ziarah ke Oase Maria Bunda Penuh Kasih Paroki St. Yohanes Pembaptis Perawang, Riau. 

“Tubuh kita lemah, tetapi sekalipun demikian, tidak ada yang dapat menghalangi kita untuk mengasihi, berdoa, memberikan diri, dan hadir satu sama lain dalam iman, sebagai tanda harapan yang bersinar” (Angelus, 16 Maret 2025).

Kita memiliki kebebasan yang tidak dapat dirampas oleh kesulitan apa pun: kebebasan untuk mengasihi dan berdoa. Setiap orang, selalu, dapat mengasihi dan berdoa

  • Dokumentasi :Seksi Dokumentasi Perkumpulan Adiyuswa Simeon dan Hana
  •  Editor: Komsos St Paulus Pekanbaru
Kasih Kristus Mendorong Kita

TERBARU

LIVE STREAMING
DUKUNGAN UNTUK PENGELOLAAN SITUS PAROKI
SCAN ME
logo-komsos-baru.png

JADWAL PELAYANAN & KEGIATAN