![]()
Jika kita sudah mengerti sedikit tentang Yesus sebagai Mesias, bagaimana cara dan jalan mengikuti Dia? Sebelum kita memutuskan, baiklah kita menjawab terlebih dahulu pertanyaan berikut ini: apakah arti kehidupan yang kujalani sekarang ini? Saat kematian itu berarti apa bagiku? Apa yang menjadi memberi makna kehidupan? Suatu ide baru, gagasan-gagasan baru, nilai-nilai, . . . .in omnibus Kristus/ Kristus ada dalam segalanya? Kalau begitu, berarti apa kita manusia atau untuk apa aku terlahir sebagai manusia, di sini, di tempat ini dan sekarang ini? Apakah menjadi manusia = menguasai segalanya? Ingat: tujuan manusia diciptakan adalah untuk… (Kej bab 1 dan 2).
Setelah menjawab pertanyaan ini, barulah kita mencari syarat-syarat mengikuti Yesus seperti: sangkal diri dan pikul salib (8:34), mendengarkan Dia (8:34 dan 9:7) rela kehilangan hidup demi Yesus dan Injil (8:35), berani mengakui Yesus/tidak malu (8:38), ingin menjadi terdahulu? Silahkan menjadi yang terakhir = pelayan (9:35), sambut Roh Allah = menjadi sepertI anak kecil (9:37), cegah sikap getto à menerima (9:39), tidak menyesatkan orang lain dan diri sendiri à tahan akan siksaan api (9:42-43), hidup selalu damai (9:50), no cerai à setia (10:2), no $ (10:17-27), tinggalkan segala sesuatu (10:46-52), no kuasa à piala + babtis = pelayan. Rahmat dari ekaristi agar tidak mengejar hal kekuasaan; percaya + doa (10: 46-52).
Masih ada satu lagi: segera dan semua (Mk 1: 16-20).
Inilah gambaran yang paling mudah untuk kita mengenali bagaimana menjadi murid Yesus, pelajarilah kisah Bartimeus ini dalam doa dan refleksi diri:
|
A S A L |
L A L U . . . |
| Duduk dan buta | Berdiri dan tanggalkan jubah |
| Di tepi jalan | Ke jalan Kristus …. Mengikuti Dia |
| Mengemis | Menjadi percaya |
| Mendengar Yesus lewat | Menarik perhatian-Nya (doa) |
| Yesus tidak minta banyak, tetapi Ia minta semuanya (bdk. Mk 1: 16-20) | |
- Injil Markus cukup mengagetkan kita. Para murid-murid itu ternyata bukan orang baik-baik seperti yang kita bayangkan dan idealkan. Mereka adalah orang-orang yang gagal di sini. Inilah perjalanan para murid yang gagal!
- Benar bahwa Petrus dipuji karena memahami Yesus sebagai Mesisa (8: 29), tetapi setelah nubuat sengsara pertama selesai, Petrus justru menghalangi Yesus (8: 32). Paus kita yang pertama itu dimarahi oleh Yesus,” Enyahlah Iblis!” Yesus lalu mempersiapkan para murid secara lebih keras lagi untuk menghadapi hari dan saat-Nya.
- Setelah nubuat sengsara kedua, mereka meributkan lagi soal yang terbesar, yang lebih berkuasa dari …. Adakah golongan / kelompok yang mau menjadi elit, banyak dipuji dan disanjung saja? (9:30-32)
- Setelah nubuat sengsara ketiga, kursi diperebutkan lagi! (10: 32-34)
- AWAS !!!
- 13: 33-37 à berjaga-jagalah!
- 14: 1-2 à imam-imam kepala dan ahli taurat bergerak
- 14: 3-9 à nubuat tentang kematian yang mendekat.
- 14: 10-11 à Yudas menjual Yesus.
- 14: 27 à Kamu akan terguncang imanmu.
- Petrus menyela di Mk 14: 29, TIDAK, MESKI HARUS MATI (14:31). Fakta tentang pernyataan Petrus ini dapat dibuktikan di ayat 68, 70, 71.
- Lalu semua murid meninggalkan Dia dan melarikan diri (ayat 50). Yesus seorang diri. Kemana para murid?
- Tetapi 15: 39 à seorang kepala pasukan yang melihat Dia matinya demikian berkata,” Sungguh, orang ini adalah Anak Allah.” Kepala pasukan ini bukanlah seorang rasul. Dia adalah seorang prajurit Romawi yang dianggap najis dan kafir oleh orang-orang Yahudi.
- Injil ini ditutup dengan Mk 16: 8 dengan kata “karena takut”.
- Injil belum selesai. Tugas para murid (anda sendiri, bukan orang lain) untuk meneruskan. Murid-murid yang dimaksud adalah ……………………engkau sendiri!
Para murid mengerti bahwa tangan Tuhan ada di dalam segalanya
maka mereka berani meninggalkan segalanya dalam Tangan Tuhan
======================================