![]()
Pekanbaru, 2 Agustus 2026 – Paroki Santo Paulus Pekanbaru menyelenggarakan Rapat Wilayah (Rawil) Wilayah Pusat pada Minggu, 2 Agustus 2026, bertempat di Ruang Conforti Paroki Santo Paulus Pekanbaru. Rapat yang dipimpin oleh Pastor Edgar Ruiz Leon, SX ini dihadiri para ketua kring dan pengurus Wilayah Pusat sebagai sarana koordinasi, evaluasi, serta pembahasan berbagai agenda pastoral dan administrasi paroki.
Dalam arahannya, Pastor Edgar mengajak seluruh pengurus kring untuk terus membangun semangat pelayanan, memperkuat komunikasi dengan umat, serta menjaga kesatuan dalam melaksanakan setiap program paroki.
Persiapan Kunjungan Uskup
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah persiapan kunjungan Uskup pada awal September 2026. Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan kedatangan Uskup pada 4 September 2026. Selanjutnya, pada 5 September, akan dilaksanakan Misa Krisma dan penggalangan dana di Stasi Muara Beringin untuk Wilayah 2.
Pada 6 September 2026, Uskup akan memimpin Misa Krisma bagi umat Wilayah 1 dan Wilayah Pusat di Gereja Paroki Santo Paulus. Pada sore harinya akan dilaksanakan Perayaan Ekaristi yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPP, DKP, dan P3K periode yang baru, dilanjutkan dengan ramah tamah dan serah terima kepengurusan.
Evaluasi Program Kerja dan Pendataan BIDUK
Dalam rapat juga disampaikan bahwa realisasi program kerja paroki telah dipublikasikan melalui website paroki sebagai bentuk transparansi kepada umat. Peserta mengusulkan agar evaluasi program tidak hanya menampilkan realisasi anggaran, tetapi juga memperlihatkan capaian kegiatan, program yang belum terlaksana, serta catatan evaluasi sebagai bahan perbaikan di masa mendatang.
Pendataan BIDUK kembali menjadi perhatian utama. Para ketua kring diminta aktif mendampingi umat yang masih mengalami kendala administrasi, terutama bagi umat yang perlu melakukan mutasi wilayah atau melengkapi dokumen pendukung. Validitas data menjadi dasar penting agar pelayanan sakramen dan administrasi gerejawi dapat berjalan dengan baik.
Pastor Edgar juga mengingatkan agar setiap Ketua Kring memastikan bahwa dokumen BIDUK yang ditandatangani benar-benar berasal dari umat yang berdomisili di wilayahnya. Bagi umat lanjut usia yang mengalami kesulitan melengkapi dokumen, keluarga bersama pengurus kring diharapkan memberikan pendampingan hingga proses administrasi selesai.
Berbagai Masukan dari Pengurus Kring
Sesi sharing menjadi kesempatan bagi para pengurus kring untuk menyampaikan pengalaman, tantangan, dan usulan dalam pelayanan umat.
Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain perlunya percepatan pembentukan petugas P3K di beberapa kring, penyusunan jadwal pelayanan liturgi yang lebih awal, pengembangan dan pemekaran kring sesuai pertumbuhan jumlah kepala keluarga, serta peningkatan komunikasi melalui media digital paroki.
Selain itu, beberapa pengurus juga menyampaikan perhatian terhadap pendidikan agama Katolik bagi siswa di sekolah umum, pendampingan bagi umat yang kembali aktif dalam kehidupan menggereja, pelayanan bagi keluarga lanjut usia, serta pentingnya katekese bagi orang tua dalam mendampingi pendidikan iman anak-anak.
Di bidang liturgi, turut dibahas beberapa usulan terkait pelayanan misa, pembagian tugas petugas liturgi, serta pendampingan umat agar semakin memahami tata perayaan liturgi sesuai ketentuan Gereja.
Persiapan Laporan Tahunan
Menjelang akhir tahun, seluruh ketua kring diingatkan untuk mulai mempersiapkan laporan kegiatan sebagai bahan rapat pleno tahunan. Berbagai berkas BIDUK yang masih tertunda juga akan ditindaklanjuti melalui koordinasi antara pengurus kring, sekretariat paroki, dan Pastor Paroki, dengan tetap memperhatikan tertib administrasi melalui bukti serah terima dokumen.
Rapat Wilayah Pusat diikuti oleh sekitar 80 persen dari peserta yang telah melakukan registrasi. Kehadiran para pengurus menunjukkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pastoral, administrasi, dan kehidupan menggereja di Paroki Santo Paulus Pekanbaru.
Melalui pertemuan ini diharapkan sinergi antara Pastor Paroki, Dewan Pastoral Paroki, serta seluruh pengurus kring semakin kuat sehingga pelayanan kepada umat dapat berlangsung secara tertib, transparan, dan semakin menjawab kebutuhan Gereja di tengah masyarakat.