![]()
- Bacaan I : Kis. 1:12-14
- Mazmur : Mzm. 27:1.4.7-8a; R: 13
- Bacaan II : 1Ptr. 4:13-16
- Bacaan Injil : Yoh. 17:1-11a
Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
Renungan
Ketika anggota keluarga akan berangkat merantau mengadu nasib atau melanjutkan tugas memperdalam ilmu ke negeri orang, Biasanya sebelum berangkat, keluarga mengadakan doa bersama. Doa itu mengiringi perjalanannya ke perantauan. Acara itu bertujuaan agar pergi dengan baik dan kembali dengan baik-baik. Doa bersama itu, memperkuat kesatuan di tempat yang saling berjauhan. Kehidupan di tanah asing tidak mudah. Kekuatiran, kesedihan, di tempat jauh terungkap dari setiap nada pembicaraan. Walaupun berjauhan namun bersatu dalam doa dan harapan. Doa bersama keluarga mempererat kersatuan keluarga walaupun jauh namun ikatan hati tetap kuat.
Injil hari ini, kita mendengar bagaiman Yesus berdoa kepada Bapa-Nya. Doa-Nya terungkap syukur, penuh kuasa keilahian.
Doa Yesus penyampaikan hal-hal penting untuk kita ketahui dan Imani:
Pertama: Hubungan Yesus dengan Bapa. Bapa ada dalam diri-Nya, dan Dia dalam Bapa-Nya. Kekuasaan Yesus, berasal dari Bapa. Yesus tidak melakukan kehendak-Nya melainkan kehendak Bapa.
Kedua: Hubungan Yesus dengan Allah. Setiap orang yang bersatu dengan Kristus, akan bersatu juga dengan Bapa sang pemberi kuasa kepada Kristus.
Relasi inilah yang dinyatakan oleh Yesus hari ini. Yesus menyatakan betapa besar cinta Allah kepada manusia. Dia ingin manusia datang bersatu dan terus berelasi dengan-Nya. Bersatu dengan Kristus berarti bersatu dengan Allah, memiliki Kristus berarti memiliki Bapa di surga. Bapa akan tetap bersatu dengan orang yang menyatakan diri sebagai murid-murid Kristus. Misteir ilahi Allah dalan doa Yesus, merupakan misteri iman kita. Kita terus menjalin relasi dengan Allah dengan perantaran Kristus yang mengarahkan ke mana kita akan pergi.
Sebagai murid Kristus kita wajib mengikuti arahan Yesus terus menjalin relasi dengan Bapa setiap saat melalui Yesus. Memiliki hubungan pribadi yang intim dengan Bapa-Nya: Keintiman hati hati dan pikiran dan jiwa. Mencari kehendak Allah dalam segala hal. Apakah usaha kita untuk terus menjalin relasi yang intim dengan Bapa setiap hari?
Yesus Putera Bapa semoga kami selalu mencari kehendak Bapa dan memiliki kasih yang tiada padam, selalu rindu ingin Bersatu dengan-Mu,Amin
Sr.M.Miranda Debataraja,FCJM